"Semuanya yang memungkinkan harus diperiksa. Aparat termasuk lurah juga ikut diperiksa," kata Koordinator Kontras Haris Azhar saat dihubungi detikcom, Jumat (11/2/2011).
Haris mengatakan, pihaknya sudah menyerahkan hasil penelitian sementara Kontras ke Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo. Termasuk pemeriksaan seorang saksi yang melihat massa penyerang Ahmadiyah keluar dari rumah Lurah Umbulan, Johar dengan memegang amplop coklat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Haris, pihaknya akan terus mengembangkan adanya informasi massa bayaran tersebut. Meskipun baru satu orang yang dimintai keterangan, namun Kontras banyak menerima informasi kalau bayaran yang diberikan kepada massa penyerang disesuaikan dengan penganiayaan yang dilakukan.
"Misalnya sekali pukul dapat Rp juta gitu. Memang kita baru dapat satu orang. Tapi kita akan mengembangkan soal spekulasi di sekitar peristiwa mengenai massa bayaran itu juga," ungkapnya.
Sebelumnya ada kesaksian, usai amuk massa, pelaku kekerasan Ahmadiyah menerima amplop coklat dari rumah Lurah Johar. Mereka pun bersalaman dengan polisi sambil senyum-senyum. Kabarnya setiap pelaku kekerasan mendapat imbalan Rp 1 juta.
(gus/fay)










































