Penyerang Ahmadiyah Diduga Massa Bayaran, Aparat di TKP Harus Diperiksa

Penyerang Ahmadiyah Diduga Massa Bayaran, Aparat di TKP Harus Diperiksa

- detikNews
Jumat, 11 Feb 2011 16:48 WIB
Penyerang Ahmadiyah Diduga Massa Bayaran, Aparat di TKP Harus Diperiksa
Jakarta - Penyerang jemaat Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten diduga massa bayaran. Aparat kepolisian dan aparat pemerintah yang saat itu berada di lokasi harus diperiksa.

"Semuanya yang memungkinkan harus diperiksa. Aparat termasuk lurah juga ikut diperiksa," kata Koordinator Kontras Haris Azhar saat dihubungi detikcom, Jumat (11/2/2011).

Haris mengatakan, pihaknya sudah menyerahkan hasil penelitian sementara Kontras ke Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo. Termasuk pemeriksaan seorang saksi yang melihat massa penyerang Ahmadiyah keluar dari rumah Lurah Umbulan, Johar dengan memegang amplop coklat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah saya sampaikan ke Kapolri kemarin. Data-data yang kita dapat dari pemeriksaan di lapangan. Tapi jawabannya Kapolri datar saja. Katanya semua akan diperiksa," jelasnya.

Menurut Haris, pihaknya akan terus mengembangkan adanya informasi massa bayaran tersebut. Meskipun baru satu orang yang dimintai keterangan, namun Kontras banyak menerima informasi kalau bayaran yang diberikan kepada massa penyerang disesuaikan dengan penganiayaan yang dilakukan.

"Misalnya sekali pukul dapat Rp juta gitu. Memang kita baru dapat satu orang. Tapi kita akan mengembangkan soal spekulasi di sekitar peristiwa mengenai massa bayaran itu juga," ungkapnya.

Sebelumnya ada kesaksian, usai amuk massa, pelaku kekerasan Ahmadiyah menerima amplop coklat dari rumah Lurah Johar. Mereka pun bersalaman dengan polisi sambil senyum-senyum. Kabarnya setiap pelaku kekerasan mendapat imbalan Rp 1 juta.

(gus/fay)


Berita Terkait