"Sejak tadi pagi sejumlah warga di desa kami mengalami sakit perut. Lantas sebagian lagi mengalami pusing dan lemas-lemas. Sebagian lagi mengalami muntah-muntah. Lama-kelamaan, jumlah warga yang mengalami kondisi seperti itu semakin banyak. Kami sempat bingung," ungkap Sunardi warga desa setempat dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (11/2/2011).
Sunardi menjelaskan, awalnya warga desa setempat meminta bantuan bidan desa untuk menangani apa yang dialami warga. Dari bidan desa lantas dianjurkan agar segera dirujuk ke Puskesmas. Dari sana warga desa pun panik untuk membawa massa secara bersamaan yang diduga mengalami keracunan makanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka yang mengalami keracunan itu, terdiri dari anak-anak sampai orang dewasa. Mereka kini dirawat secara menyebar di Puskesmas Lirik sebanyak 57 orang, Puskesmas Ukui sebanyak 10 orang dan klinik PT Ganda Era Hendari sebanyak 140-an orang.
"Hasil keterangan sejumlah pihak medis menyebutkan, warga mengalami keracunan makanan. Namun sore ini sebagian warga sudah ada yang kembali ke rumahnya masing-masing. Namun sebagian lagi masih ada yang menjalani perawatan," kata Sunardi.
Sunardi menceritakan, pada Kamis (10/2/2011) sore, Badul seorang warga desa setempat membuat syukuran pesta perkawinan anaknya. Sebagai tradisi di kampung ini, setiap ada pesta perkawanan, pemilik hajatan memberikan sedekah lewat nasi kotak yang dibagi-bagikan kepada warga di sekitarnya.
Sore kemarin, diperkirakan ada 400 kotak nasi dibagikan kepada warga. Sebagai tradisi, wargapun dengan senang hati menerima kiriman nasi kotak tersebut. Lantas nasi kotak pun disantap warga.
Pagi harinya wargapun mengalami sakit perut, kepala pusing dan muntah-muntah. Dari sana mereka dirujuk ke Puskesmas terdekat. Nasi kotak inilah yang diduga penyebab terjadinya keracunan.
(cha/fay)











































