Korban Pelanggaran HAM Desak Komnas Pecat Gus Solah
Jumat, 14 Mei 2004 16:32 WIB
Jakarta -
Salahuddin Wahid (Gus Solah) akhir-akhir ini menjadi bulan-bulanan para aktivis HAM. Keluarga korban pelanggaran HAM bahkan mendesak Komnas HAM agar segera memecat Gus Solah.Tuntutan disampaikan Solidaritas Pelanggaran HAM saat mendatangi Komnas HAM, Jl. Latuharhari, Jakarta, Jumat (14/5/2004). Mereka ditemui Wakil Ketua Komnas HAM, Zumrotin. Solidaritas Pelanggaran HAM antara lain terdiri dari korban kasus Trisakti, Semanggi I dan II, Kerusuhan Mei 1998, korban Tanjung Priok, Timtim, penculikan aktivis dan kasus Mei 1998. Solidaritas Pelanggaran HAM menilai Gus Solah telah mengkhianati korban pelanggaran HAM dengan menjadi cawapres Wiranto yang diduga bertanggung jawab atas sejumlah pelanggaran HAM. "Kami minta segera Gus Solah dipecat dari Komnas HAM," kata Ibu Widodo, perwakilan dari Solidaritas Pelanggaran HAM.Korban pelanggaran HAM menilai, kasus HAM akan semakin sulit dituntaskan jika pasangan Wiranto-Gus Solah menang dalam Pemilu Presiden. "Perjuangan para korban pelanggaran HAM akan semakin panjang dengan duduknya Gus Solah menjadi Wapres Wiranto," kata Sumarsih, salah seorang korban. "Komnas HAM harus segera mengambil langkah terhadap Gus Solah yang menunjukkan perilaku dan tindakan yang tidak menghormati proses penyelidikan Komnas HAM dalam kasus kerusuhan Mei 1998," tambahnya. Menanggapi desakan itu Wakil Ketua Komnas HAM, Zumrotin menyatakan Komnas masih menunggu surat pengunduran diri Gus Solah. Hal itu dilakukan karena sebelumnya adik Gus Dur itu sudah menyatakan akan mundur dari Komnas. "Saya berharap agar Pak Solahuddin segera mengajukan surat pengunduran diri karena sudah membuat pernyataan mundur," kata Zumrotin.
(iy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































