"Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata, yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan Hussein Tantawi, telah mengadakan pertemuan penting pagi tadi. Dewan akan mengeluarkan statemen penting untuk rakyat," demikian diberitakan kantor berita resmi Mesir, MENA dan dilansir AFP, Jumat (11/2/2011).
Sebelumnya, seorang perwira senior militer Mesir mengatakan, para jenderal tengah melakukan pertemuan dan diperkirakan akan mengeluarkan pernyataan hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagian pihak menginterpretasi pernyataan itu sebagai ancaman militer untuk melancarkan kudeta. Namun tak lama kemudian, Mubarak muncul berpidato di televisi dan mengumumkan dirinya akan terus menjadi presiden hingga pemilihan presiden pada September mendatang. Mubarak bersikeras menolak untuk mundur secepatnya seperti yang diinginkan para demonstran.
Dalam pidatonya, Mubarak mengatakan Wakil Presiden Omar Suleiman akan memimpin upaya pemerintah untuk menyiapkan pemilihan presiden tersebut. Pidato Mubarak itu disambut dengan kemarahan para demonstran yang telah dua minggu lebih menggelar aksi demo menuntut pengunduran diri Mubarak.
Massa demonstran bertekad akan menggelar aksi demo paling spektakuler hari ini. Dalam aksi yang dinamai sebagai demo "Hari Kemarahan" itu, rencananya para demonstran akan berjalan menuju Istana Kepresidenan guna memaksa Mubarak mundur.
(ita/nrl)











































