Alvin dan Muhaimin Desak Presiden Mega Reshuffle Kabinet
Jumat, 14 Mei 2004 16:09 WIB
Jakarta - Presiden Megawati Soekarnoputri didesak melakukan reshuffle kabinet menyusul mundurnya 3 menteri kabinet Gotong Royong. Kabinet baru diusulkan diisi orang yang netral.Desakan reshuffle disampaikan Wakil Ketua Fraksi Reformasi Alvin Lie dan Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar dalam diskusi Dialektika Demokrasi di gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jum'at (14/5/2004). Adapun menteri yang telah menyatakan mundur adalah Agum Gumelar, SBY dan Jusuf Kalla. Sejumlah menteri jug a menjadi tim kampanye capres tertentu. "Saya justru mendorong kalau Mbak Mega mau menunjukkan bahwa dia itu kekuatan politik yang perlu diperhitungkan.Langsung saja reshuffle kabinet karena kekuatan politik yang dulu mendukung mbak Mega sekarang sudah mengajukan calon sendiri-sendiri. Jadi direshuffle saja kabinet itu, pasang orang yang dia percaya dan kinerjanya bagus," ungkap Alvin.Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar mengatakan, reshuffle dimaksudkan menunjukkan keseriusan kabinet Mega."Reshuffle itu jadi bagian penting untuk menunjukkan komitmen keseriusan di waktu-waktu akhir ini sehingga ketika kampanye pemilihan presiden, menteri yang tidak bisa aktif bisa diisi orang- orang yang netral," ujar Muhaimin.Siapa saja yang perlu diganti? "Seluruh menteri yang terkait dengan pilpres dan ikut kampanye," imbuhnya.Tak Ada AlasanPengamat politik LIPI Ikrar Nusa Bakti menambahkan, tidak ada alasan bagi Presiden Mega melakukan reshuffle selama para menteri bekerja dengan baik."Saya tidak melihat perbedaan haluan politik menyebabkan terganggunya pemerintahan dalam kabinet Mega tiga tahun terakhir. Walaupun ada problem politik dalam kabinet, tetapi bisa berjalan. Kalau pun ada reshuffle, bukan besar-besaran. Selama menteri-menteri itu tidak neko-neko, tidak ada alasan bagi Mega untuk mengganti mereka," demikian Ikrar.
(aan/)











































