Polisi Bongkar Makam Korban Bom Pekanbaru
Jumat, 14 Mei 2004 15:35 WIB
Pekanbaru - Tim Forensik Polda Sumatera Utara membongkar dua makam korban bom Pekanbaru Sipon (20) dan Dewi Sriyanti (18) untuk dilakukan otopsi.Sipon dimakamkan Kunto Darussalam di Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar.Sedangkan Dewi Sriyanti dimakamkan di Jalan Bangau Sakti, Kecamatan Tampan Pekanbaru. Tim forensik yang dipimpin Prof. DR Amar Sing membongkar dua makam tersebut Jum'at (14/5/2004) pukul 09.30 WIB hingga 14.30 WIB. Kapolda Riau Brigjen Pol. Deddy S. Komaruddin kepada detikcom mengatakan pembongkaran dilakukan untuk melengkapi data visum atau pemeriksaan luar. Otopsi ini dilakukan untuk mendapatkan bukti otentik tentang penyebab kematian korban dan memiliki kekuatan hukum yang dapat digunakan dalam persidangan."Otopsi itu diharapkan dapat mengungkap penyebab kematian. Apa karena asap atau karena reruntuhan bangunan atau karena hal yang lainnya. Kita belum tahu secara pasti tentang kemungkinan dugaan pembunuhan terhadap mereka sebelum ledakan di kedua ruko milik Along," papar Kapolda yang saat dihubungi sedang berada di Jakarta.Ketika ditanya mengenai pelaku Boy Pangaribuan yang masih buron, Kapolda menjamin Boy tidak akan melarikan diri ke luar negeri."Si Boy nggak mungkin lari karena dia ayah yang bertanggung jawab kepada keluarganya. Kita tinggal tunggu waktu saja untuk menangkapnya," demikian Kapolda.Sebuah ledakan dahsyat terjadi disebuah rumah toko (ruko) di Pekanbaru, Selasa (4/5/2004). Bom itu menewaskan dua orang penghuninya, masing-masing Sipon dan Dewi. Ditengarai bom tersebut mengandung bahan peledak C4 (RDX) dengan daya ledak yang dahsyat. Polisi telah menetapkan 3 tersangka dan 1 buron. Salah seorang tersangka bernama Irwanto terluka parah. Kejahatan ini lebih karena kejahatan asuransi, bukan terorisme.
(aan/)











































