"Kalau kita terus menanggapi komentar, nanti mengganggu konsentrasi fokus kerja yang harus dikerjakan," ujar Denny usai bertemu dengan Pimpinan KPK di Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (11/2/2011).
Denny memilih tidak mau melanjutkan polemik dengan Hotma. Menurut Denny, ia lebih baik fokus pada pekerjaannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam beberapa kesempatan, Hotma secara tegas menyebut Denny telah mengarahkan keterangan Gayus. Denny dianggap mengarahkan agar kasus ini hanya menyeret perusahaan Bakrie saja.
Jauh hari sebelum Hotma menuding Denny, Satgas telah mengklarifikasi bahwa tidak benar ada upaya untuk mem-blow up perusahaan-perusahaan dari grup Bakrie saja.
Denny memaparkan, terkait munculnya nama Grup Bakrie dalam kasus Gayus ini memang sudah muncul jauh hari sebelumnya, yakni pada saat dirinya dan Mas Ahmad Santosa (Ota) ke Singapura untuk memeriksa Gayus.
"Namun kami tidak membeberkan karena masih simpang siur," papar Denny dalam konferensi pers pada Jumat (26/11/2010).
Yang kedua, dalam video pembicaraan antara Gayus dengan Kepolisian di Singapura, mantan pegawai Ditjen Pajak Kementerian Keuangan tersebut juga menyampaikan hal yang sama, yakni keterlibatan perusahaan-perusahaan yang bernaung di bawah Grup Bakrie.
"Yang ketiga, pada saat Gayus diperiksa polisi di Mabes, Gayus juga menyatakan tentang Grup Bakrie dan keempat Gayus mengungkapkan itu di persidangan," tutup Denny.
"Baru kelima, yakni pada saat saya dan Pak Ota menjadi saksi dalam persidangan, kita baru bilang. Sebelum itu, di keempat tahap awal itu, kita tidak pernah sebut," tambahnya.
(mok/nrl)











































