Ratusan Warga Ciroyom Demo PT KAI Bandung
Jumat, 14 Mei 2004 15:08 WIB
Bandung - Sekitar 500 warga kelurahan Ciroyom, Bandung, mendemo PT Kereta Api Indonesia (KAI), Jumat (14/5/2004) siang. Mereka menolak rencana penggusuran ratusan rumah untuk pembangunan mal, hotel dan apartemen. Aksi warga ini dilakukan demo di depan Gudang Penerimaan dan Pengiriman Barang PT KAI, Jl Pasir Kaliki Bandung. Ratusan warga ini memang menempati areal seluas 17 hektar milik PT KAI selama lebih dari 50 tahun. Wawan Setiawan, warga RW 01, mengancam akan menduduki rel kereta api jika aspirasi warga tidak diperhatikan. "Kalau perlu kami akan bikin tenda di sana. Saya ingatkan kepada pengembang jangan coba-coba masuk ke wilayah kami," tukasnya.Beberapa warga juga mengaku telah didatangi orang dari pihak pengembang PT Citra Buana Prasida (CBP) dan menawarkan ganti rugi. Ganti rugi yang ditawarkan berbeda-beda berkisar Rp 50-210 ribu per meter persegi tergantung jenis rumah. "Ganti ruginya yang sesuai dong. Ini sama saja membunuh kami pelan-pelan," kata seorang warga yang enggan disebut namanya.Ia menambahkan, PT KAI sempat menjanjikan uang ganti rugi untuk jenis rumah permanen sebesar Rp 1,2 juta per meter persegi. "Tapi, kenapa pengembang memberi tahu kami uang ganti ruginya hanya 200 ribu," tukasnya.Ratusan warga ini meminta Walikota Bandung untuk menjadi mediasi dalam masalah ini."Kami kan sudah resmi menjadi warga kota Bandung," imbuh seorang warga.Selama melakukan aksi, ratusan warga ini memukul-mukul kaleng. Selain itu mereka juga membawa poster yang bertuliskan "Aing (saya-bahasa sunda) digusur, warga siap tempur".PT. KAI dan PT. CBP berencana mendirikan mal, hotel, ruko dan apartemen di lahan milik PT KAI. Lahan yang ditempati sebanyak 9.550 orang ini terdiri dari 2 kelurahan yakni Ciroyom dan Kebon Jeruk dan berjarak sekitar 300 meter dari Stasiun Bandung.
(ton/)











































