Muladi: Wiranto Berani Bawa Soeharto ke Pengadilan

Muladi: Wiranto Berani Bawa Soeharto ke Pengadilan

- detikNews
Jumat, 14 Mei 2004 15:03 WIB
Yogyakarta - Mantan Menteri Kehakiman Prof Dr Muladi mengatakan, Wiranto sebagai capres dari Partai Golkar punya komitmen akan memberantas KKN tanpa pandang bulu. Bahkan Soeharto pun akan diajukan ke pengadilan bila kesehatannya memungkinkan."Masalah hukum terhadap Soeharto tetap akan dilakukan. Bahkan jaksa agung kan sudah bilang, Pak Harto pantas untuk diajukan itu bila kesehatannya memungkinkan. Itu saya kira sudah akan dibawa kemarin-kemarin. Demikian pula dengan Pak Wiranto akan begitu pula," kata Muladi menjawab pertanyaan wartawan apakah Wiranto akan berani mengadili Soeharto jika terpilih jadi presiden.Hanya saja, ada tapinya. "Tapi kalau itu (menderita) permanent brain damage, saya kira dunia internasional pun juga tak bisa (mengadilinya-red)," imbuh Muladi, seusai acara bedah buku "Bersaksi di Tengah Badai" di gedung University Center (UC) UGM Yogyakarta, Jumat (14/5/2004).Soeharto saat ini dinyatakan menderita kerusakan otak permanen dan tidak bisa disembuhkan. Alasan inilah yang menyebabkan peradilan pada penguasa republik ini 32 tahun, terhenti.Wiranto ketika Soeharto hendak lengser, menjabat sebagai Menhankam/Pangab. Wiranto juga pernah menjadi ajuan Soeharto. Partai besutan Cendana, PKPB, juga menyatakan mendukung Wiranto.Muladi lebih lanjut menyatakan, pemberantasn KKN tanpa pandang bulu komitmen pertama Wiranto. "Kedua, dia juga berjanji akan jabat cukup lima tahun saja, kabinet yang dibentuk adalah zaken kabinet yakni kabinet yang diisi orang-orang ahli di bidangnya dan tidak boleh mewakili partai seperti sekarang. Komitmen seperti itu saya kira bagus," urai anggota Penasihat Partai Golkar ini.PeluangDitanya tentang peluang Wiranto dalam pilpres, Muladi menyatakan, Wiranto tidak akan bisa menang langsung dalam putaran pertama. "Jadi tidak mungkin bisa langsung memperoleh 50% dan tidak mungkin 20% di 20 provinsi. Prediksi saya, yang akan akan muncul adalah Wiranto dan Megawati di putaran kedua nanti," ujarnya.Mengapa demikian? Menurut pimpinan Habibie Center ini, karena kedua orang ini mempunyai mesin politik yang besar. Wiranto didukung NU dan PKB karena berpasangan dengan Sholahuddin Wahid adik Gus Dur dan Golkar."Itu mesin politik besar sekali selain didukung partai-partai lain. Kalau Yudhoyono itu ketokohannya bagus, tapi maaf saja, mesin politiknya terlalu kecil. Yang lain apalagi. Kalau Mega juga masih kuat," urainya.Menurut mantan Rektor Undip itu, di putaran kedua nanti bakal ada koalisi partai-partai lagi. "Ini akan ada koalisi lagi dari partai-partai yang kalah yang mengkristal siapa yang akan mendukung Wiranto dan siapa yang mendukung Mega. Jadi, Wiranto dan Mega akan bersaing di putaran kedua," paparnya. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads