Siswono Datang, Mahasiswa ITB Kampanyekan Golput
Jumat, 14 Mei 2004 14:26 WIB
Bandung - Menyambut kedatangan Siswono Yudo Husodo, puluhan mahasiswa ITB mengampanyekan Golput. Mereka menolak semua kandidat termasuk Siswono.Siswono datang ke ITB untuk mengisi stadium general mengenai pokok-pokok pikirannya untuk bangsa Indonesia 5 tahun mendatang. Acara itu direncanakan digelar di Aula Timur ITB, Jumat (14/5/2004) pukul 14.00 WIB. Di mata Keluarga Mahasiswa ITB (KM ITB), tak ada capres-cawapres saat ini yang memenuhi kriteria mahasiswa. Kriteria yang dipasang mereka, pertama yakni memiliki track record yang bersih. Kedua, tidak bermental Orba atau neo Orba. Ketiga, bukan pemimpin dengan kepemimpinan militeristik. Keempat, bebas dari mental KKN atau dikelilingi gembong KKN. Lima, tidak pernah terlibat kasus hukum apapun. Enam, bebas dari intervensi asing. Dan ketujuh, bersedia menandatangani kontrak sosial pada seluruh rakyat Indonesia.Berdasar kriteria itu KM ITB menilai tak ada capres-cawapres yang layak. Tak ada satu pun capres-cawapres yang memenuhi kriteria. Mereka pun meminta semua capres-cawapres yang diundang ITB untuk membeberkan visi dan misinya untuk pulang. "Pulang saja! Kalian semua tak layak menjadi Presiden-Wapres RI," protes mereka.Namun protes mereka tampak sepi-sepi saja ditanggapi mahasiswa lainnya. Justru lebih banyak mahasiswa yang antusias ingin mendengarkan pemaparan Siswono.Siswono Batal Khutbah Sementara itu, sebelumnya Siswono yang direncanakan akan menjadi khotib salat Jumat di Masjid Salman, ITB, akhirnya batal. Khutbah Jumat akhirnya disampaikan oleh Amien Rais. Meski begitu, Siswono akhirnya memberikan ceramah seusai salat Jumat. Kepada jamaah salat Jumat, yang sebagian besar mahasiswa itu, Siswono meminta maaf karena dirinya batal menyampaikan khutbah Jumat. Siswono beralasan dirinya terlambat datang, karena terkena macet di Purwakarta. "Saya minta maaf, batal menjadi khotib, karena datang terlambat. Saya terkena macet seusai menghadiri acara di Purwakarta," kata alumnus ITB ini. Dalam ceramahnya itu, Siswono yang mantan aktivis GMNI ini tampak lancar dalam melafalkan ayat-ayat Al Quran. Siswono juga menyatakan kekagumannya, karena kampus ITB saat ini berkembang pesat. Dulu, saat dirinya menuntut ilmu di kampus terkenal itu, kemegahannya tidak seperti sekarang. "Dulu, saya seangkatan dengan Muslimin Nasution yang aktivis di Salman ini," ungkapnya.
(iy/)











































