Kelompok-kelompok oposisi seperti diberitakan Press TV, Jumat (11/2/2011) menyatakan, aksi demo hari ini akan dinamai sebagai demo "Hari Kemarahan".
Para demonstran akan berjalan menuju Istana Kepresidenan di Heliopolis, Kairo. Massa tidak peduli dengan ketatnya pengamanan yang dilakukan militer di sekitar istana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun nyatanya, presiden yang telah berkuasa selama 30 tahun itu tetap bersikeras menolak mundur. Mubarak cuma menyerahkan sebagian kekuasaannya pada wakilnya, Suleiman.
Mubarak menegaskan dirinya akan tetap menjadi presiden hingga September mendatang. Mubarak bahkan bertekad bahwa suatu hari nanti dia akan mati di Mesir dan bukannya mengasingkan diri ke luar negeri.
Para demonstran pun marah mendengar pidato Mubarak yang disiarkan di stasiun televisi Mesir tersebut. "Turun, Turun Mubarak!" seru para demonstran yang memadati Lapangan Tahrir. Malam itu lebih dari 200 ribu demonstran membanjiri Tahrir.
(ita/nrl)











































