Berdasarkan informasi di lokasi, pembobolan ATM itu diketahui pertama kali oleh security bank setempat, Jumat (11/2/2011). Saat mengecek kondisi, ia melihat ATM rusak. Kemudian, ia melapor ke polisi.
Security bernama Firman itu enggan dimintai keterangan. Bersama rekannya, ia bahkan sempat melarang wartawan mengambil gambar kondisi ATM dan bank.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaku yang diperkirakan lebih dari seorang itu tampaknya kesulitan mengangkat brankas. Padahal, mereka sudah berhasil mencopot monitor, lempengan besi, dan aksesoris lain. Barang-barang itu tercecer di dekat ATM.
Hingga saat ini, polisi masih melakukan olah TKP dan belum bersedia memberi keterangan. ATM diberi garis polisi agar warga yang mulai berdatangan, tidak mengganggu proses penyelidikan.
Pihak bank juga enggan dikonfirmasi, sehingga tak diketahui berapa jumlah uang dalam brankas itu. Lokasi kejadian berada di jalan protokol, kurang lebih 3 Km dari pusat kota, Kawasan Simpang Lima Semarang.
(try/fay)











































