"Presiden Mubarak belum membuka jalan untuk reformasi yang lebih cepat dan mendalam," ujar kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Catherine Ashton dalam statemennya seperti dilansir media Press TV, Jumat (11/2/2011).
"Tuntutan dan harapan rakyat Mesir harus dipenuhi. Terserah mereka untuk menilai apakah langkah-langkah yang diumumkan Presiden Mubarak memenuhi harapan dan aspirasi mereka," tandas Ashton dalam pernyataannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pidato Mubarak itu menimbulkan kemarahan ratusan ribu demonstran yang terus memadati Lapangan Tahrir. Hingga kini aksi demo antipemerintah tersebut telah menginjak hari ke-18. Menurut PBB, sekitar 300 orang telah tewas dan ribuan lainnya luka-luka selama aksi demo tersebut berlangsung.
(ita/nrl)
