"Presiden Mubarak telah menyerahkan kekuasaanya pada wakil presiden yang kini memiliki kewenangan penuh untuk memimpin. Jadi kita bisa menyebut Presiden Mubarak sebagai presiden de jure, dan Wakil Presiden Suleiman sebagai presiden secara de facto," ujar duta besar Mesir untuk Amerika Serikat, Sameh Shoukry seperti ditulis AFP, Jumat (11/2/2011).
Menurut Shoukry, kini Suleiman adalah orang yang berkuasa penuh atas militer Mesir. Seluruh kewenangan presiden sudah dilimpahkan pada wakil presiden.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemimpin Mesir secara de jure adalah Mubarak dan secara de facto adalah Suleiman," jawabnya menggantung.
Namun penyerahan kekuasaan ini dinilai sama saja. Apalagi Suleiman adalah orang kepercayaan Mubarak. Sulit dipercaya jika Mubarak benar-benar meyerahkan kekuasaan, bisa saja Suleiman hanya menjadi boneka Mubarak.
Tokoh oposisi ElBaradai menilai Mubarak dan Suleiman adalah dwitunggal. Keduanya sama-sama ditolak rakyat mesir.
"Suleiman, Mubarak itu 'dwitunggal'. Tidak ada yang diterima. Keduanya ditolak," ujar tokoh oposisi Mesir, ElBaradei seperti ditulis CNN.
(rdf/ahy)











































