"Dia itu calo kasus. Saya pikir kapan saya bisa blokir dia, saya dongkel dia," kata Susno di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Kamis (10/2/2011).
Begitu pula saat jaksa mengutip keterangan saksi yang menyatakan Sjahril sempat memanggilnya 'Sus..'. Menurutnya, tindakan itu kurang ajar telah memanggil seperti itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ada kesempatan, saya mau sikat Sjahril, bukan sikat apa-apa, tetapi saya mau saya usir (dari Mabes Polri)," tandas Susno berapi-api.
Lantas, kenapa Susno sedemikian geregetan saat menjelaskan Sjahril Djohan? Sebab, dimata Susno, Sjahril tidak lain merupakan makelar kasus (markus) yang berkantor disamping ruangan Wakapolri.
Saat itu, dia hendak membasmi jaringan markus dan mafia hukum di lingkungan Bareskrim, tempatnya menjabat sebagai komandan. Namun, baru membeberkan didepan sidang DPR, Susno keburu mendapat serangan balik dan langsung dijadikan tersangka.
"Saya sebut waktu itu didepan DPR, mister X. Saya sebut tertutup, (tetapi) DPR yang keluarin namanya. Mister X itu Sjahril Djohan. Dia itu yang makelar," tandas Susno.
"Saya ini yang menyebut, yang membongkar. Tapi saya ditahan. Sudah 9 bulan saya ditahan. Saya yang mengungkap, tapi yang menyelewengkan kasus Arwana, tersangkanya tidak ada. Dan saya belum pernah diperiksa. Belum pernah diperiksa," ucap Susno emosional.
Hingga pukul 18.30 WIB, Susno masih diperiksa sebagai terdakwa. Susno diperiksa terkait dugaan korupsi pengamanan Pilkada Jabar dan suap Rp 500 juta. Sejak pukul 13.000 WIB, ratusan pertanyaan telah meluncur dari 3 hakim, 5 jaksa dan 8 pengacara.
(Ari/ndr)











































