"Gajah-gajah itu sudah lama mengitari perkebunan milik warga di tempat kami. Tapi baru hari ini gajah itu mengamuk dengan merusakkan tiga rumah milik warga yang ada di perladangan itu," kata Swapi, Kepala Desa Senunai, Kecamatan Pinggir, Kab Bengkalis, Riau dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (10/2/2011).
Menurutnya, tiga rumah yang hancur diserang gajah ini, merupakan rumah terbuat dari papan yang berada di perladangan penduduk. Rumah itu sehari-harinya sebagai tempat peristirahatan warga selama di perladangannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian dalam penyerangan gajah ini tidak menimbulkan korban jiwa. Karena saat gajah akan merusak rumah tersebut, pemilik rumah sudah melihat adanya sekawanan gajah yang akan mendatangi rumahnya. Melihat belasan ekor gajah mengarah ke rumah, pemiliknya langsung kabur.
"Kita sudah melaporkan pengerusakan ini ke pihak instansi terkait untuk segera mengambil langkah untuk mengusir gajah tersebut. Warga pun tidak ingin terjadi konflik dengan gajah itu. Kita mengharapkan dinas kehutanan segera mengusir gajah dari sekitar perkampungan kami," kata Swapi.
Sampai saat ini gajah liar masih berkeliaran di sekitar desa setempat. Akibatnya masyarakat di sana tidak berani untuk pergi ke perladangan mereka. Ada rasa kekhawatiran jika nantinya gajah menyerang masyarakat.
"Sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan, sebaiknya pemerintah segera mengambil langkah guna menghindari konflik," kata Swapi.
(cha/fay)











































