"Pemerintah Indonesia memiliki kepribadian ganda. Tegas dalam memberantas tindak terorisme namun membiarkan terjadinya anarkisme massa yang menyerang minoritas," ujar peneliti dari International Federation of Humas Rights (IFHR) Anne Christine Habbard.
Hal ini disampaikan Christine dalam jumpa pers di kantor Kontras, Jl Bobobudur, Jakpus, Kamis (10/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Christine menyayangkan catatan kelam penegakan HAM di Indonesia ini. Ia berpendapat Indonesia selama ini memiliki catatan yang bagus dalam kaitannya dengan pluralisme.
"Indonesia selama ini sudah bagus dalam pluralisme. Ini menjadi coretan tersendiri," ujarnya.
Dalam penyerbuan di Cikeusik, Pandeglang, 3 jamaat Ahmadiyah tewas. Sedangkan 6 orang lainnya menderita luka berat.
Polisi telah resmi menetapkan 2 tersangka yakni U dan A terkait penyerangan jemaat Ahmadiyah. 1 Tersangka telah ditahan. Sedangkan 1 tersangka lainnya belum ditahan karena masih dilengkapi alat bukti.
(aan/nrl)










































