Revolusi Menggema di Gedung DPR

Revolusi Menggema di Gedung DPR

- detikNews
Kamis, 10 Feb 2011 15:01 WIB
Revolusi Menggema di Gedung DPR
Jakarta - Revolusi! Kata itu menggema di Gedung DPR. Pemekiknya adalah mantan anggota DPR yang juga paranormal, Permadi. Menurut dia, untuk meningkatkan harkat bangsa, revolusi sudah saatnya dilakukan.

"Menurut saya, untuk meningkatkan harkat bangsa Indonesia kita harus rebut kedaulatan kembali. Revolusi!" teriak Permadi sambil mengepalkan tangan kanannya dalam Deklarasi Penyelamat Negara (Depan) di area Gedung Nusantara III DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/2/2011).

Menurutnya, banyak bupati dan gubernur di Indonesia yang korupsi. Tidak hanya itu, ribuan anggota DPRD di tingkat I dan II juga diyakininya korup. Anggota DPR dan DPD banyak yang tidak punya legitimasi untuk menjadi wakil rakyat karena korupsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menteri, Presiden korupsi. Polisi, jaksa korupsi. Pajak, Imigrasi apalagi. Semua korupsi," sambung Permadi yang disambut tepuk tangan puluhan orang yang datang dalam deklarasi.

Permasalahan bangsa dirasanya kian kompleks lantaran asing sudah menguasai dan menjadi tuan rumah di Indonesia. Dia menuturkan, baru saja dirinya menerima SMS yang mengabarkan ada ibu rumah tangga yang menggantung diri dan membunuh anaknya karena tidak bisa memberi makan. Hal itu membuatnya sangat prihatin.

"Di Mesir telah terjadi revolusi rakyat. Masak Indonesia tidak berani melakukan revolusi," ucapnya lantang.

Permadi menambahkan, rakyat akan bangkit menjadi anarki lantaran tidak ada perbaikan. Dia pun meminta agar masyarakat segera maju karena perubahan tidak bisa menunggu hingga 2014.

"Rakyat akan bangkit menjadi anarki. Karena itu saudara-saudara mari kita maju, tetapi kita tidak bisa menunggu 2014. Paling lama 2012 SBY harus digantikan. Revolusi!" pekik Permadi.

Deklarasi Penyelamat Negara atau Depan digagas untuk menyelamatkan Indonesia dari negara yang gagal. Gerakan ini dimotori oleh sejumlah tokoh seperti politisi PKB Effendy Choirie, politisi Partai Golkar Bambang Soesatyo, Wakil Ketua DPD Laode Ida dan penasihat Indonesian Police Watch Johnson Panjaitan. Mereka bergabung dengan gerakan ini tanpa membawa nama partai, komisi dan jabatan.

(vit/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads