PAN: Jangan Politisir Kasus Kekerasan Keagamaan

PAN: Jangan Politisir Kasus Kekerasan Keagamaan

- detikNews
Kamis, 10 Feb 2011 14:29 WIB
Jakarta - Kekerasan keagamaan yang terjadi beruntun di Cikeusik dan Temanggung jangan sampai lantas dipolitisir demi kepentingan politik tertentu. Kalangan tokoh agama juga seharusnya lebih aktif menjaga ketentraman toleransi umat beragama dalam situasi demikian.

Demikian tegas Sekjen PAN, Taufik Kurniawan, mengenai aksi kekerasan yang terjadi beruntun di Cikeusing dan Temanggung. Ini dia sampaikan dalam diskusi dialektika politik di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/2/2011).

"Jangan buru-buru dipoliticking seolah-olah negara dalam posisi gawat. Di sini peran tokoh agama sangat diperlukan menjaga toleransi antar umat beragama," ujar Taufik.

Sebelumnya dia menyatakan keyakinan adanya aktor intelektual di balik setiap aksi kekerasan keagamaan yang terjadi. Indikasinya adalah fakta bawa aksi kekerasan selalu diawali dengan pengerahan massa dari daerah di luar lokasi terjadinya kasus kekerasan.

"Fenomena pengerahan massa itu pasti ada aktor intelektual yang menyuruhnya. Kalau kemudian ada kerusuhan massa, ini pasti ada yang memprofokasinya," ujar Taufik.

Maka sudah seharusnya kepolisian mengusut tuntas pelaku kekerasan keagamaan di
Cikeusik dan Temanggung sampai pada aktor intelektual di balik mereka. "Karena itu harus ada langkah tegas tanpa memandang bulu siapa yang melakukan kerusuhan harus ditangkap dan diproses secara hukum sesuai perbuatannya," imbau Taufik.

Pemerintah dimintanya memperbaiki sosialisasi terhadap pentingnya menjaga rasa
ketentraman warga. Babinkamtibnas yang bisa menjalan fungsi tersebut, harus aktif melakukan pendekatan ke seluruh kelompok masyarakat.

"Kalau tidak, kerukunan antar umat beragama yang sudah bagus akan rusak," wanti politisi senior PAN ini.


(van/lh)


Berita Terkait