"Ini adalah Deklarasi Penyelamat Negara atau Depan untuk menyelamatkan Indonesia dari negara yang gagal," ujar anggota Dewan yang menjadi salah satu yang memotori gerakan ini, Effendy Choirie.
Hal ini disampaikan dia saat deklarasi penyelamat negara di area Gedung Nusantara III DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/2/2011). Puluhan orang menghadiri acara ini. Bona, pelantun lagu 'Andai Aku Gayus Tambunan' juga hadir untuk menghibur. Dia menyanyikan dua lagu yakni 'Demi Kehidupan' dan 'Markus'.
"Ini merupakan gerakan moral para tokoh dan masyarakat," lanjut Effendy.
Selain politisi PKB ini, gerakan juga dimotori oleh sejumnlah tokoh seperti politisi Partai Golkar Bambang Soesatyo, Wakil Ketua DPD Laode Ida dan penasihat Indonesian Police Watch Johnson Panjaitan. Mereka bergabung dengan gerakan ini tanpa membawa nama partai, komisi, dan jabatan.
Dalam deklarasi pada Kamis ini, ada 17 tokoh yang menyampaikan pendapatnya. Mereka antara lain Putu dari Asosiasi Pendeta Indonesia, Permadi, Don Frasti dari Asosiasi Papua dan Arbi Sanit yang merupakan pengamat politik. Ada pula mantan anggota DPR Aryadi Ahmad, juga politisi senayan seperti Lily Wahid dan Rieke Dyah Pitaloka. Selain itu, perancang busana Poppy Dharsono dan Ketua DPP Hanura Fuad Bawazier juga ikut serta.
Para tokoh itu berganti-gantian menyampaikan pendapat terkait masalah-masalah di negeri ini yang mengundang keprihatinannya. Misalnya saja Arbi Sanit yang menyuarakan dukungannya terhadap gerakan-gerakan semacam ini.
"Benar kalau negara ini tidak menyelamatkan bangsa kita, masih banyak kejahatan yang terjadi. Ini harus diingatkan kepada orang yang berkuasa, termasuk kita harus memberikan perhatian khusus, memberikan solusi. Saya mendukung gerakan-gerakan masyarakat supaya ke depan pemerintah bisa lebih baik," tuturnya dalam orasi.
Sekitar 80 kursi yang disediakan bagi masyarakat dan tokoh terisi penuh. Bahkan banyak dari mereka yang harus berdiri untuk mengikuti acara itu.
(vit/nrl)











































