"Intinya Kepolisian sebagai alat negara harus benar-benar menjamin kebebasan umat beragama dan rasa aman masyarakat seperti yang di amanatkan Undang-undang," ujar Ibas dalam siaran pers, Kamis (10/2/2011).
Ibas mengimbau agar Kepolisian segera mengusut pelaku kekerasan. Selanjutnya pelaku kekerasan harus dihukum sesuai perbuatannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Putera kedua Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini berharap agar pemuka agama ikut kerja keras mengantisipasi potensi konflik di masyarakat. Sebab mewujudkan lingkungan yang tenteram menjadi kewajiban seluruh rakyat Indonesia.
"Rentetan peristiwa ini adalah warning bagi kerukunan beragama dan harus direspon serius agar tidak menyebar ke wilayah lain. Disinilah para pemuka agama dan tokoh masyarakat dapat membantu berperan konkrit mencegah konflik di masyarakat agar toleransi beragama terus terjaga," ujar Sekjen Partai Demokrat ini.
Ia berharap makin banyak dialog lintas agama dengan masyarakat untuk memastikan kehidupan bernegara yang penuh toleransi dan tenggangrasa.
"Misalnya mengintensifkan ajakan berdialog dengan seluruh lapisan masyarakat agar tidak mudah diprovokasi. Karena dengan berdialog, upaya pencegahan dan deteksi dini dapat maksimal," tandasnya. (van/nwk)











































