Juru bicara JAT, Son Hadi, menjamin massa pendukung Ba'asyir tidak akan berbuat anarkis selama maupun sesudah persidangan.
"Ada sekitar 2.000 pendukung yang akan datang. Ada dari Solo, Yogya dan sebagainya. Kami sudah koordinasi dengan teman-teman untuk tidak terprovokasi dan insya Allah tidak akan terjadi. Mereka datang dengan sopan dan niatan baik," kata Son Hadi di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (10/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum masuk, jamaah JAT maupun pengunjung sidang lainnya diperiksa terlebih dahulu oleh Polisi yang berjaga di depan pintu masuk pengadilan. Tas, jaket mereka digeledah dan kayu-kayu untuk umbul-umbul dan bendera tidak diperkenankan dibawa masuk ke ruang sidang.
"(Sidang) ini merupakan dagelan, kalau tuduhannya pelatihan militer silakan diperiksa dengan pasal apa pun. Pasti tuduhannya tidak akan ketemu. Banser, Menwa dan sebagainya kan juga pelatihan militer. Kalau gitu teroris dong," kata Son Hadi.
Hingga pukul 08.20 WIB kondisi pengadilan masih cukup kondusif. Hanya ada satu dua orang jamaah JAT yang terlihat di halaman persidangan. Sedangkan polisi sangat melimpah, mencapai 1.500 personel. Banyaknya polisi dan kendaraannya ini membuat Jl Ampera Raya tersendat, ditambah kendaraan peliput dan pengunjung sidang. (lia/nrl)











































