"Sudah cukuplah. Karena membangun jembatan itu harus diperhitungkan, tidak bisa di setiap titik. Kan ada halte-haltenya," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono saat dihubungi detikcom, Rabu (9/2/2011) malam.
Menurut Udar, jembatan penyeberangan di sepanjang jalur busway sudah dibangun pada titik-titik yang tepat. Pembangunan jembatan penyeberangan tidak bisa dilakukan di sembarang titik. Perlu perhitungan yang matang terhadap tata guna lahan dan juga efektifitas penggunaan jembatan itu sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, untuk ketinggian jembatan penyeberangan juga harus disesuaikan dengan tinggi mobil yang mungkin melewati jalur tersebut. Jika terlalu rendah, maka akan menyulitkan kendaraan untuk lewat.
Terhadap insiden-insiden yang terjadi di jalur busway, Udar turut prihatin dan menyesalkan. Menurutnya, hal-hal seperti itu tidak perlu terjadi. Dia pun mengimbau, demi keselamatan diri, masyarakat harus bersedia memanfaatkan jembatan-jembatan penyeberangan yang telah disediakan.
"Gunakan jembatan penyeberangan yang ada. Masyarakat dibiasakan untuk menyeberang pada tempatnya," tutur dia.
"Meski jembatannya jauh, keselamatan itu lebih penting. Harus mau berjalan, untuk keselamatan diri sendiri dan juga orang lain. Naik jembatan penyeberangan, ya harus naik," tandas Udar.
(nvc/anw)










































