Kadishub DKI: Jumlah JPO di Jakarta Sudah Cukup

Kadishub DKI: Jumlah JPO di Jakarta Sudah Cukup

- detikNews
Kamis, 10 Feb 2011 08:05 WIB
Kadishub DKI: Jumlah JPO di Jakarta Sudah Cukup
Jakarta - Penambahan jumlah jembatan penyeberangan orang (JPO) di sepanjang jalur busway dinilai belum perlu dilakukan. Demi menghindari kecelakaan di jalur busway, JPO yang sudah ada seharusnya bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat.

"Sudah cukuplah. Karena membangun jembatan itu harus diperhitungkan, tidak bisa di setiap titik. Kan ada halte-haltenya," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono saat dihubungi detikcom, Rabu (9/2/2011) malam.

Menurut Udar, jembatan penyeberangan di sepanjang jalur busway sudah dibangun pada titik-titik yang tepat. Pembangunan jembatan penyeberangan tidak bisa dilakukan di sembarang titik. Perlu perhitungan yang matang terhadap tata guna lahan dan juga efektifitas penggunaan jembatan itu sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Prasarana dibangun pada titik tertentu, tidak bisa sebanyak-banyaknya. Harus melihat tata guna lahan. Kemudian pembangunan di dekat pusat keramaian, tempat berkumpulnya banyak orang. Percuma kalau tidak dipakai jadi sepi, berbahaya juga," terangnya.

Sementara itu, untuk ketinggian jembatan penyeberangan juga harus disesuaikan dengan tinggi mobil yang mungkin melewati jalur tersebut. Jika terlalu rendah, maka akan menyulitkan kendaraan untuk lewat.

Terhadap insiden-insiden yang terjadi di jalur busway, Udar turut prihatin dan menyesalkan. Menurutnya, hal-hal seperti itu tidak perlu terjadi. Dia pun mengimbau, demi keselamatan diri, masyarakat harus bersedia memanfaatkan jembatan-jembatan penyeberangan yang telah disediakan.

"Gunakan jembatan penyeberangan yang ada. Masyarakat dibiasakan untuk menyeberang pada tempatnya," tutur dia.

"Meski jembatannya jauh, keselamatan itu lebih penting. Harus mau berjalan, untuk keselamatan diri sendiri dan juga orang lain. Naik jembatan penyeberangan, ya harus naik," tandas Udar.

(nvc/anw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini