Â
Dari seluruh mahasiswa itu, seorang di antaranya berasal Tapak Tuan, Aceh, dan selebihnya berasal dari sejumlah kabupaten kota di Sumatera Utara (Sumut), antara lain Kabupaten Langkat, Asahan, Labuhan Batu dan Tapanuli Selatan.
Â
Salah satu mahasiswa adalah Aswani Pane, mahasiswa semester dua, Fakultas Syariah Islamiah, Universitas Al Azhar Kairo asal Kabupaten Asahan. Gadis hitam manis ini langsung terisak dan mengambur ke pelukan orangtuanya yang telah menunggu di pintu kedatangan domestik Bandara Polonia, Medan.
Â
Usai melepas rindu sesaat, Aswani langsung sujud syukur sebagai ungkapan syukur selamat tiba di Tanah Air dan dapat bertemu dengan keluarganya.
Â
"Masih banyak mahasiswa Indonesia yang belum dievakuasi dari daerah konflik di Mesir. Semoga mereka bisa pulang ke Tanah Air," kata Aswani.
Â
Aswani juga berharap Mesir segera aman agar mahasiswa dapat melanjutkan pendidikan kembali.
Â
"Semoga konflik di Mesir berakhir. Kami berharap bisa kuliah lagi," sebut Aswani.
Â
Sementara salah seorang orangtua mahasiswa, Suharman berterima kasih kepada pemerintah Indonesia yang telah memberikan perhatian khusus kepada mahasiwa yang sedang menimba ilmu di Mesir.
Â
"Keluarga sempat cemas dengan keselamatan mahasiswa Indonesia di Mesir. Apalagi ratusan rakyat sipil tewas dalam kerusuhan massal," kata Suharman.
Â
Sebelumnya, mahasiswa dievakuasi ke Tanah Air menggunakan pesawat khusus secara gratis dari pemerintah. Tiba di Jakarta bersama rombongan yang kedua dari Mesir, para mahasiswa sempat ditampung di pemondokan sementara selama tiga hari di Asrama Haji Pondok Gede, kemudian diterbangkan ke Medan.
(rul/anw)











































