AJI Ajak Pers Kuatkan Pemberitaan Toleransi Beragama

AJI Ajak Pers Kuatkan Pemberitaan Toleransi Beragama

- detikNews
Kamis, 10 Feb 2011 02:10 WIB
AJI Ajak Pers Kuatkan Pemberitaan Toleransi Beragama
Jakarta - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengajak insan pers untuk mengedepankan berita yang menguatkan toleransi beragama. Sebagai 'pilar keempat demokrasi', pers dituntut harus menjadi wadah dialog yang sehat antara pemeluk agama.

Pemberitaan yang bersifat diskriminatif terhadap penganut agama minoritas harus dihindari. Pers juga perlu mengedepankan jurnalisme damai yang mendorong resolusi konflik, bukan malah eskalasi konflik.

"Tragedi di Cikeusik dan Temanggung perlu kita jadikan bahan refleksi, apakah pers telah menjalankan peran dalam menciptakan sikap toleran," kata Ketua AJI Indonesia Nezar Patria dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (10/2/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nezar mengingatkan, pers juga berfungsi untuk mendidik masyarakat dalam hal menghargai perbedaan.

Dalam kasus Ahmadiyah, AJI mencatat masih banyak berita yang justru malah mempertajam keyakinan. Pers dianggap sering memberi ruang narasumber untuk melontarkan pernyataan-pernyataan yang bersifat menghasut.

"Tokoh-tokoh agama yang tidak toleran terhadap perbedaan diberi ruang besar oleh pers, sementara pemikiran yang toleran kurang mendapat porsi pemberitaan," terang Nezar.

Sementara terkait penyerangan gereja di Temanggung, AJI mencatat adanya pemberitaan yang menjadi penyulut kebencian terhadap umat Kristen dan Katolik terkait pengadilan penistaan agama oleh Antonius Richmond Bawengan.

"Berita yang tidak akurat dan tidak sensitif terhadap potensi konflik menjadi bahan bakar kerusuhan, tutup alumni Filsafat UGM tersebut.

(anw/nvc)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads