"Kok banyak orang ingin melihat saya berbenturan sama Buyung. Saya ini anak didik Buyung Nasution. Saya bisa seperti ini karena Adnan Buyung Nasution. Dia guru saya," kata Hotma di Jakarta, Rabu (9/2/2011).
Hotma juga membalas sindiran anggota Komisi III Ruhut Sitompul tentang proses pembelaan kasus Gayus. Jika sebelumnya Ruhut menilai Gayus bisa terancam pidana karena memberikan kesaksian palsu, Hotma memiliki penilaian berbeda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gayus dibilang bisa terkena sumpah palsu, pake ngomong lagi ancamannya tujuh tahun. Makanya saya termehek-mehek, karena ada hak ingkar dari tersangka. Bisa berbohong, terdakwa tidak bisa kena sumpah palsu, nggak bisa," tuntasnya.
Kemarin, Adnan Buyung Nasution menegaskan pengunduran dirinya sebagai pengacara Gayus dalam kasus mafia pajak dan mafia hukum. Salah satu alasannya, Gayus telah menunjuk kantor pengacara lain guna mendampinginya, yakni Hotma Sitompoel.
Hal ini menuai reaksi dari mantan pengacara sekaligus politisi Demokrat Ruhut Sitompul. Anggota komisi III tersebut mengaku hanya tertawa melihat keduanya berseberangan, sebab keduanya dikenal dekat sejak dulu.
Ruhut juga mengingatkan siapa pun yang menjadi pengacara Gayus harus bisa melakukan pembelaan dengan benar. Jangan sampai ada dorongan untuk merubah keterangan yang bisa membuat Gayus mendapat hukuman tambahan.
"Nanti mengarah pada kesaksian palsu. Ancaman hukumannya 7 tahun. Harus ingat itu Gayus, jangan dia makin menggali lubang untuk dirinya sendiri," pesan politikus Demokrat ini.
(mad/anw)











































