Penipuan CPNS Berkedok LSM Petani Dibekuk

Penipuan CPNS Berkedok LSM Petani Dibekuk

- detikNews
Rabu, 09 Feb 2011 20:19 WIB
Jakarta - Aparat Satuan Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Metro Jaya membekuk Ir Dimyatin (38), karena melakukan penipuan terhadap 500 warga. Dengan berkedok suatu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Petani, Dimyatin menipu warga sebagai calo untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

"Penangkapan ini hasil dari kerjasama kami dan Polda Jatim," kata Kanit Vice Control Satuan Jatanras Polda Metro Jaya Kompol Audie Latuheru kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (9/2/2011).

Tersangka ditangkap di kosnya di Jl Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Rabu (9/2) siang. Tersangka dijerat dengan Pasal 263 dan 378 tentang penipuan.

Audie menjelaskan, modus operandi tersangka adalah dengan mencari korban di daerah-daerah di luar Jakarta. Tersangka menjanjikan korban untuk bisa menjadi PNS di beberapa departemen, seperti Departemen Perhubungan.

"Tersangka kemudian meminta uang sebesar Rp 40 juta hingga Rp 80 juta sebagai uang muka," katanya.

Untuk meyakinkan korbannya, tersangka kemudian membuat Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Palsu. SK tersebut dibubuhi tanda tangan Sekjen Dephub dan Menteri, yang juga dipalsukan.

"SK itu juga dicap dengan cap palsu," katanya.

Namun, penipuan itu alkhirnya terbongkar. Pasalnya, SK yang dijanjikan tersangka, tidak juga turun ke pihak korban seperti yang dijanjikan.

"Ditunggu setahun, dua tahun, nggak turun-turun SK-nya. Alasannya belum ditanda tangani oleh menteri," katanya.

Masyarakat yang merasa tertipu, kemudian melaporkan aksi pelaku. Aksi yang dilakukan sejak tahun 2005 itu, sudah menjaring 500 korban.

"Korban 500-an orang. Sebagian di Jatim, Jabar dan Jakarta," katanya.

Hasil penipuan yang diperoleh tersangka, mencapai Rp 400 juta.

Hingga kini, polisi masih mendalami pemeriksaan terhadap tersangka. Polisi menduga, penipuan tersebut dilakukan secara bersindikat.

"Dia punya agen di daerah juga. LSM itu hanya kedok saja," katanya.

Polisi mengimbau, agar masyarakat tidak mudah percaya dengan adanya pihak-pihak yang menawarkan jalur cepat atau jasa calo seperti itu dalam proses perekrutan CPNS. Masyarakat yang pernah menjadi korban, agar melapor ke Polda Metro Jaya.

"Masyarakat bisa menghubungi anggota kami di nomor 0816851777," katanya.

Sementara itu, Dimyatin mengaku terpaksa melakukan penipuan itu untuk menyambung hidupnya. Pria beristri tiga dan beranak 7 itu mengaku tidak sanggup lagi dengan persoalan ekonomi yang dideritanya.

"Masa saya insinyur mau nanam cabe terus," katanya.

Ia mengaku salah dan sadar betul risiko yang akan timbul atas penipuannya itu. "Saya sadar ini salah," kata pria yang mengaku sebagai ketua umum LSM Petani itu.

(mei/anw)


Berita Terkait