"Kita hanya suporter di pengadilan saja, tidak ikut sampai yang rusuh-rusuh itu," kata Ketua Gerakan Pemuda Kabah (GPK) Farid Ibrahim saat dihubungi detikcom, Rabu (9/2/2011).
Dia menjelaskan, saat sidang terkait penodaan agama di pengadilan, Farid dan sejumlah rekannya memang sempat hadir. Namun saat itu dia dan rekannya pun hanya menonton saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya sempat beredar kabar GPK ikut dalam rusuh di Temanggung. Farid menegaskan, pihaknya sama sekali tidak tahu menahu akan aksi rusuh itu. Kalaupun ada anggotanya yang ikut serta, itu adalah oknum.
"Saat kita datang ke pengadilan itu spontan. Kemudian saat selesai sidang massa mundur, GPK terpisah dari rombongan pulang. Organisasi melarang anarkis," imbuhnya.
Saat aksi anarkis berlangsung, dia mengaku sudah tidak ada di lokasi. "Yang hadir di sidang itu pun hanya sedikit. Anggota GPK tidak banyak, jadi kalau ada yang terlibat itu oknum. Kalau saya tahu mereka merusak rumah ibadah akan saya tangkap. Tolong diluruskan kabar mengenai GPK," tuturnya.
Apakah Anda kenal dengan para perusuh? "Kalau kenal akan saya tangkap, saya tidak tahu," jawab Farid.
Kerusuhan di Temanggung pecah pada,Rabu (8/2) terkait sidang dugaan penistaan agama. Mabes Polri mencatat ada 3 gereja yang dirusak massa. Tiga gereja tersebut yakni Gereja Bethel Indonesia, Gereja Protestan Pantekosta, dan Gereja Katolik Santo Petrus Paulus Temanggung. Selain gereja, 2 truk dalmas Polri juga dirusak. Polisi mensinyalir ada massa dari luar Temanggung yang terlibat kerusuhan.
(ndr/nrl)











































