Blokir dibuka pada Rabu (9/2/2011) pukul 18.01 WIB. Pot-pot tanaman besar yang diletakkan di kedua lajur TransJ baik dari arah Kuningan ke Ragunan maupun dari Ragunan ke Kuningan telah dipinggirkn oleh warga.
Sebelumnya terjadi negosiasi alot antara kepolisian dengan pihak keluarga M Rizki, bocah SD yang tewas tertabrak TransJ pada siang tadi. Negosiasi berlangsung sekitar 60 menit. Keluarga berkeras tidak akan meminggirkan pot tanaman sebelum sopir TransJ datang ke rumah korban. Pramudi TransJ yang menabrak Rizki adalah Maike.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu disampaikan Munawar kepada Kasat Lantas Jakarta Selatan, Kompol Lilik Sumardi yang didampingi Wakapolsek Mampang Prapatan AKP Heru Supriyandi. Di tengah-tengah diskusi tersebut, tiba-tiba ayah korban, Hadi angkat bicara.
"Saya mencoba menengahi. Bapak, saya tahu kita sedang berduka tapi saya tahu juga saat ini posisi jam pulang kerja di mana busway begitu diperlukan oleh masyarakat banyak di Jakarta. Untuk persyaratan sopir busway ke sini itu nantilah. Yang penting itu dibuka dulu," ucap Hadi.
Hadi dan Munawar lantas diantar warga ke lokasi pemblokiran jalur busway di sekitar Pasar Mampang. Saat memindahkan pot-pot besar itu, puluhan warga melintas dan memberi apresiasi. Alhasil Jalan Buncit Raya di kedua arah macet total.
Namun kemacetan tidak berjalan lama. Ketika blokir selesai dibuka, warga segera meninggalkan lokasi. Pantauan detikcom, hingga pukul 18.15 WIB, Jalan Buncit Raya ramai lancar. Hanya saja lalu lintas yang mengarah ke Ragunan dari Kuningan terlihat lebih ramai dibanding arah sebaliknya.
(vit/fay)











































