"Tidak berminat (bahas reshuffle). Menguras tenaga tapi tidak berujung. Itu seputar elit saja," kata Sekretaris Fraksi Golkar, Ade Komarudin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (9/2/2011).
Bagi Ade, banyak isu lain yang butuh perhatian publik ketimbang reshuflle. Misalnya, kasus kekerasan di Cikeusik dan Temanggung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semakin harmonis semakin baik. Kalau PDIP juga saya tidak tahu apa yang terjadi dengan mereka," tegasnya.
Lebih lanjut Ade menjelaskan, persoalan reshuffle diserahkan semua pada Presiden SBY. Sebagai user, hak prerogratif presiden untuk mengganti menteri, termasuk dari Golkar.
"Silakan saja, itu hak prerogratif presiden. Komunikasi atau tidak kita tidak mengerti," tutupnya.
Ketua Dewan Pembina PDI Perjuangan Taufiq Kiemas sebelumnya membolehkan simpatisan PDI Perjuangan untuk masuk dalam kabinet, jika nanti Presiden SBY melakukan reshuffle.
"Kalau simpatisan itu masuk boleh saja, siapa yang melarang. Ada gubernur yang bagus dari partai perjuangan (PDIP-red) juga mau masuk, yang namanya simpatisan ya nggak masalah," ujar Taufiq ketika ditanyai wartawan di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (6/2).
(mad/rdf)











































