"Kita melakukan pendekatan secara persuasif kepada korban untuk memberikan pengertian kepada keluarga korban, agar busway tidak dirusak massa yang sedang emosi. Kita lakukan pendekatan ke masyarakat," kata Kapolsek Mampang Kompol Ahmad David saat dihubungi wartawan, Rabu (9/2/2011).
Ahmad memahami kondisi keluarga dan warga yang masih emosi. Dia pun terus melakukan pendekatan dengan datang ke rumah korban dan juga ikut ke pemakaman korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahmad berharap, sesegera mungkin warga dengan sukarela membuka blokir busway. "Sore atau malam ini Insya Allah," tutupnya.
Blokir itu awalnya terjadi di ruas Mampang yang mengarah ke Kuningan. 7 Bus TransJ tak berpenumpang tidak dapat melintas lantaran jalur khususnya diblokir dengan 3 pot tanaman besar.
Sementara dari arah sebaliknya, bus TransJ dari arah Kuningan menuju Ragunan ikut tidak beroperasi. Warga yang semula tidak memblokir jalur ini, baru saja menempatkan 2 pot bunga ukuran besar. Posisinya tepat di depan Wisma Mampang.
(ndr/nrl)











































