Hasyim Muzadi:
NU Harus Rela Suaranya Pecah
Kamis, 13 Mei 2004 16:40 WIB
Malang - Suara Nahdlatul Ulama (NU) hampir pasti pecah dalam Pemilu Presiden mendatang. Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi yang juga maju sebagai cawapres berpasangan dengan Mega minta perpecahan suara NU itu harus direlakan."Kalau suara NU itu nanti pecah karena NU itu ada di mana-mana. Ada di Golkar, ada di PDIP dan lain-lain. Jadi NU tak boleh dikristalkan. Karena kalau dikristalkan NU hanya akan menjadi milik NU. Sebab NU ini milik bangsa. Jadi kita harus rela (suara NU pecah)," kata Hasyim.Hal itu disampaikan Hasyim usai menerima kunjungan pemimpin umat Islam dari Amerika Serikat (AS), di Pondok Pesantren Al Hikam, Jl. Jengger Ayam, Malang, Kamis (13/5/2004). Hasyim juga tak khawatir warga NU akan melakukan penggembosan terhadap duetnya dengan Megawati. Penggembosan merupakan hak warga untuk melakukannya."Itu hak mereka untuk melakukan itu. Tinggal Anda mau memilih dia apa tidak. Kan mereka punya hak untuk memilih siapa capres yang dia mau," katanya.Ada sejumlah kalangan yang menyayangkan Hasyim bersedia mendampingi Mega. Beberapa pihak menyebut Hasyim merendahkan kemampuan dirinya sendiri dengan berpasangan dengan Mega. Mereka berpendapat Hasyim yang seorang kiai, berpendidikan, berpengetahuan agama luas semestinya tak hanya menjadi pendamping. Lebih-lebih hanya mendampingi seorang perempuan yang oleh sebagian kiai masih diharamkan menjadi presiden. Atas kritikan itu, Hasyim menyatakan bersedia jadi cawapres Mega karena ingin komunitas NU bisa menyatu dengan kelompok nasionalis.Mengenai pertemuannya dengan pemimpin Islam dari AS, Hasyim mengaku hanya pertemuan biasa. "Tak ada kaitannya dengan pencalonan menjadi wapres," katanya.
(iy/)











































