Ba'asyir Tak Keberatan Dipindahkan ke Sel Khusus di Polda
Kamis, 13 Mei 2004 16:32 WIB
Jakarta - Abu Bakar Ba'asyir tidak keberatan dipindahkan dari ruang tahanan Mabes Polri ke ruang tahanan baru di Polda Metro Jaya. Tapi Ba'asyir juga tak merasa senang. Sebab walau ruang tahanan baru lebih luas dan bagus, toh dia tetap ditahan."Ustadz tidak meminta tapi tidak keberatan jika dipindahkan ke Polda Metro. Jika ada yang lebih bagus kan tidak masalah. Tapi kan tetap saja ditahan," kata Hasyim, anggota Majelis Mujahidin Indonesia yang sehari-harinya mendampingi Ba'asyir saat ditahan, di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta, Kamis (13/5/2004) siang.Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Makbul Padmanegara menjenguk Ba'asyir di rutan Mabes Polri untuk memberitahukan rencana pemindahannya ke sel khusus di Polda Metro.Pihak pengacara, yang diwakili Mohammad Ali dan Achmad Kholid, bersama Hasyim,telah melihat ruang tahanan untuk Ba'asyir yang masih dalam proses renovasi. Sel khusus untuk Ba'asyir ini terletak di belakang ruang tahanan Polda Metro, atau di depan lapangan parkir Sabhara. Sel khusus untuk Ba'syir ini bisa dibilang seperti rumah tempat tinggal. Berukuran cukup luas, 10 kali 6 meter, dan terdiri dari berbagai ruang. Yakni tiga kamar tidur, kamar mandi, ruang baca, ruang makan, dan ruang tamu. Bahkan kamar tidurnya dilengkapi AC.Menurut Hasyim, salah satu kamar tidur yang berukuran besar akan dipakai sebagai sel Ba'asyir. Satu kamar lain yang sama besarnya untuk penjaga. Sedang satu kamar lain, yang berukuran lebih kecil, Hasyim mengaku belum tahu akan dipakai oleh siapa.Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Paiman menyatakan, pemindahan Ba'asyirsemata-mata karena alasan kemanusiaan. Ba'asyir segera dipindahkan begitu ruang tahanan siap. "Sebenarnya tidak ada bedanya dengan ruang tahanan lain. Cuma di sana bisa sholat dan tempatnya lebih luas," jelasnya.Lebih luas, tapi kan tetap saja ruang tahanan?
(gtp/)











































