Warga Korban Gusur di Palembang Terancam Kelaparan

Warga Korban Gusur di Palembang Terancam Kelaparan

- detikNews
Kamis, 13 Mei 2004 16:14 WIB
Palembang - Sampai Kamis (13/5/2004), ratusan warga korban penggusuran di Jl. Kakak Tua, Rajawali, Palembang, masih bertahan di teras dan halaman Gedung Wanita Palembang. Mereka terancam kelaparan. Dan kini, mereka memagari serta berjaga-jaga di sekitar lokasi yang digusur aparat Polisi Pamong Praja, Selasa (11/5/2004) lalu. Sebanyak 195 warga itu terdiri dari orangtua hingga anak-anak. Kini mereka masih bingung untuk tinggal di mana. Tapi beberapa warga Kamis (13/5/2004) pagi tadi berinisiatif memagari tanah yang dijadikan lokasi tinggal mereka dengan kayu. Sebagian lainnya berjaga-jaga agar aparat tidak sampai menguasai lahan seluas sekitar 1 hektar itu. "Ini kekayaan kami, kami akan mempertahankannya sampai darah penghabisan," kata Suwoto, seorang warga yang menjadi korban penggusuran. Sampai hari kedua paska penggusuran, sebagian warga tetap melakukan aktivitas ekonominya, yang sebagian besar menarik becak dan berdagang jamu gendong. "Masih bingung, mas, ngurusi ini dululah. Kami nih masih bingung mau tinggal di mana, keluarga tidak ada di Palembang, uang tak ada," kata Sayuti, seorang warga yang mengaku berasal dari Pati, Jawa Tengah. Sebagian besar anak juga belum ikut sekolah. "Yang masih ke sekolah yang ikut ujian bae," kata Sayuti. Yang memprihatinkan, jika dalam dua hari ini mereka masih bertahan di lokasi, mereka terancam kelaparan. Stok pangan mereka atau bantuan dari beberapa orang yang simpati hanya cukup sampai Jumat besok. Begitu dengan air bersih yang hanya bergantung dengan air mineral dan pemberian warga sekitar. "Kami hanya makan sekali dalam sehari. Lauknya ya mie instan itu. Entahlah, mau cari uang, pikiran masih bingung. Kan kasihan kalau ninggalkan keluarga, kagek (nanti) tahu-tahu pihak gedung mengusir kami," kata Sayuti. Untungnya, beberapa mahasiswa dari perguruan tinggi di Palembang sejak hari ini sudah membuka posko pengobatan dan dapur umum. "Kami mencoba memperpanjang daya tahan warga," kata Aries dari Universitas Muhammadiyah Palembang. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads