Menurut organisasi HAM internasional, Human Rights Watch (HRW), sejauh ini jumlah korban tewas selama aksi demo tersebut sebanyak 297 orang. Angka tersebut berdasarkan penghitungan yang dilakukan di sejumlah rumah sakit di Mesir.
Dikatakan Heba Murayef, perwakilan HRW, sangat sulit untuk mengumpulkan statistik tentang mereka yang terluka, ditahan dan tewas selama pergolakan di Mesir yang dimulai sejak 25 Januari lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditekankan Murayef, jumlah korban jiwa sebenarnya bisa jauh lebih tinggi sebab statistik yang diperoleh HRW hanya berdasarkan beberapa rumah sakit yang telah mereka kunjungi.
Murayef juga mengatakan, dalam kurun waktu antara 25 dan 28 Januari lalu, lebih dari 1.000 orang telah ditangkap otoritas Mesir.
"Selama periode itu, para pengacara HAM Mesir memperkirakan setidaknya 1.400 orang ditangkap. Banyak dari penangkapan itu yang berlangsung singkat, mungkin selama delapan jam dan kemudian dibebaskan," ujar Murayef.
Menurut Murayef, banyak pekerja HAM dan aktivis juga telah ditangkap saat melaksanakan pekerjaan mereka.
Hingga hari ini ribuan demonstran terus membanjiri Lapangan Tahrir di Kairo. Mereka terus mendesak Presiden Mesir Hosni Mubarak untuk mengundurkan diri secepatnya. Sebelumnya Mubarak telah menyatakan bahwa dirinya baru akan mundur setelah pemilihan presiden yang rencananya akan digelar pada September mendatang.
(ita/nrl)











































