"Demi fly over, pohon game over!" demikian tulisan dalam mural tersebut, Rabu (9/2/2011).
Menurut sejumlah warga yang beraktifitas tidak jauh dari lokasi mural, coretan tanpa nama itu mulai ramai 3 hari belakangan. Tidak diketahui siapa yang menuliskannya.
"Saya tidak tahu. Tahu-tahu pagi sudah ada. Tapi memang gara-gara pohon ditebang, jadi panas. Dulu adem banget," kata Dias, seorang warga di jalan Antasari.
Pengamat tata kota Universitas Indonesia (UI) Marco Kusumaatmadja turut menyayangkan pembangunan yang mengorbankan lingkungan. Seharusnya, pemerintah dan warga dapat mengontrol pembangunan tanpa merusak lingkungan.
"Seharusnya ramah lingkungan. Warga setempat dapat meminta syarat-syarat mengurangi kebisingan dan penebangan pohon," ucap Marco kepada detikcom beberapa waktu lalu.
(Ari/rdf)











































