Antisipasi Kekerasan Massa, Kodim Boyolali Cek Kesiapan Senjata

Antisipasi Kekerasan Massa, Kodim Boyolali Cek Kesiapan Senjata

- detikNews
Rabu, 09 Feb 2011 14:28 WIB
Boyolali - Kekerasan massa yang terjadi di Pandeglang dan Temanggung disikapi dengan berbagai antisipasi oleh daerah-daerah lainnya. Di Boyolali, Kodim 0724/Boyolali segera memeriksa kesiapan senjata dan kendaraan operasional untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu dibutuhkan secara mendadak.

"Pemeriksaan senjata dan kendaraan operasional ini sebagai antisipasi terkait perkembangan saat ini. Karena para anggota kami rumahnya tersebar, sehingga ketika diperintahkan berkumpul setiap saat, mereka bisa siap," papar ujar Dandim 0724/Boyolali, Letkol (Arh) Soekoso Wahyudi, di sela-sela memimpin pemeriksaan di Makodim Boyolali, (Rabu (9/2/2011).

Soekoso menjelaskan hingga saat ini kondisi di Boyolali relatif tenang dan tidak ada gejolak massa terkait penolakan terhadap Ahmadiyah, maupun upaya melakukan perusakan rumah ibadah seperti yang terjadi di Temanggung. Di Boyolali, katanya, jumlah pengikut Ahmadiyah yang tercatat hanya sekitar 7 orang dan semua dalam keadaan aman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Namun kami dari Kodim 0724/Boyolali tetap selalu waspada dan memantau wilayah Boyolali. Satu peleton pasukan kami siapkan setiap saat. Selain itu, seluruh Babinsa di 19 kecamatan di Boyolali juga selalu meningkatkan kewaspadaan dan lebih berbaur dengan masyarakat melakukan sosialisasi kewaspadaan dini terhadap kerawanan yang mungkin terjadi," tambahnya.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan hari ini, di Kodim Boyolali terdapat 120 pucuk senjata api yang terdiri 90 pucuk pistol dan 30 pucuk senjata laras panjang M-16. Seluruhnya dinyatakan dalam kondisi baik dan bisa digunakan. Sedangkan kendaraan operasional anggota sebanyak 115 unit.

Di tempat terpisah, hari ini Pemkab Boyolali juga melakukan rapat koordinasi mendadak menyikapi kekerasan di Pandeglang dan Temanggung. Rakor itu diiikuti pihak Pemkab Boyolali, Polres Boyolali, Kodim Boyolali, serta para tokoh agama dan Forum Lembaga Kerukuran Umat Beragama (FKUB) Boyolali.  Kepala Badan Kesbangpollinmas Boyolali, Sumantri, membenarkan rakor digelar untuk menyikapi perkembangan kerawanan sosial saat ini.

(mbr/fay)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini