"Pemeriksaan senjata dan kendaraan operasional ini sebagai antisipasi terkait perkembangan saat ini. Karena para anggota kami rumahnya tersebar, sehingga ketika diperintahkan berkumpul setiap saat, mereka bisa siap," papar ujar Dandim 0724/Boyolali, Letkol (Arh) Soekoso Wahyudi, di sela-sela memimpin pemeriksaan di Makodim Boyolali, (Rabu (9/2/2011).
Soekoso menjelaskan hingga saat ini kondisi di Boyolali relatif tenang dan tidak ada gejolak massa terkait penolakan terhadap Ahmadiyah, maupun upaya melakukan perusakan rumah ibadah seperti yang terjadi di Temanggung. Di Boyolali, katanya, jumlah pengikut Ahmadiyah yang tercatat hanya sekitar 7 orang dan semua dalam keadaan aman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan hari ini, di Kodim Boyolali terdapat 120 pucuk senjata api yang terdiri 90 pucuk pistol dan 30 pucuk senjata laras panjang M-16. Seluruhnya dinyatakan dalam kondisi baik dan bisa digunakan. Sedangkan kendaraan operasional anggota sebanyak 115 unit.
Di tempat terpisah, hari ini Pemkab Boyolali juga melakukan rapat koordinasi mendadak menyikapi kekerasan di Pandeglang dan Temanggung. Rakor itu diiikuti pihak Pemkab Boyolali, Polres Boyolali, Kodim Boyolali, serta para tokoh agama dan Forum Lembaga Kerukuran Umat Beragama (FKUB) Boyolali. Kepala Badan Kesbangpollinmas Boyolali, Sumantri, membenarkan rakor digelar untuk menyikapi perkembangan kerawanan sosial saat ini.
(mbr/fay)










































