Penggusuran Rumah Liar Ricuh, Nagoya-Batam Mencekam
Kamis, 13 Mei 2004 14:58 WIB
Pekanbaru - Kawasan Nagoya di sekitar Hotel Sentosa, Batam mencekam. Ban-ban dibakar di tengah jalan. Warga sempat bentrok dengan aparat yang akan melakukan penggusuran paksa atas rumah mereka. Bentrokan warga dengan aparat terjadi pukul 11.00 WIB-11.30 WIB, Kamis (13/5/2004). Bentrokan itu berlangsung sekitar 30 menit. Bentrok terjadi karena warga tak terima rumah mereka digusur tanpa disertai surat penggusuran. Warga melempari aparat dengan batu. Sementara aparat yang terdiri dari Satpol Pamong Praja (PP), polisi dari Polres Barelang dan Kodim Batam membalas dengan mengeluarkan tembakan peringatan dan memuntahkan peluru karet. Akibat bentrokan itu, 4 warga mengalami luka-luka terkena peluru karet. Mereka antara lain Sisaf dengan luka di bagian kepala, Abu tertembak di pinggang dan Hitam mengalami luka di lutut. Salah seorang warga setempat, Marlon menyatakan, Ketua RW, P Nasution diciduk aparat saat terjadi kerusuhan. Hingga pukul 14.45 WIB, aparat gabungan telah meninggalkan lokasi. Tapi warga masih bersiaga dengan membakar ban di jalan-jalan. Sebuah mobil milik Otorita Batam juga dibakar warga. Marlon menuturkan, warga telah membangun rumah di kawasan Nagoya itu minimal sejak 10 tahun lalu. Lahan itu sejatinya atas nama PT Tihatsu, sebuah perusahaan asing."Kita telah mengajukan surat permohonan pemutihan lahan sehingga kita bisa mengurus surat-surat sendiri. Tapi Otoritas Batam menolak," tutur Marlon.
(iy/)











































