Tolak Capres Golkar-Militer, Massa Robohkan Pagar Gedung Grahadi
Kamis, 13 Mei 2004 14:33 WIB
Surabaya - Unjuk rasa menolak calon presiden dari Partai Golkar dan militer di Surabaya diwarnai aksi pengrusakan. Massa merobohkan pagar utama bagian timur Gedung Negara Grahadi, Jl. Gubernur Suryo, Surabaya, dan memaksa masuk ke halaman gedung.Insiden ini terjadi sekitar pukul 13.30 WIB, Kamis (123/5/2004). Massa dari Front Demokrasi Rakyat Bersatu yang berjumlah sekitar 300 orang ini mendobrak pintu masuk. Setelah beberapa kali dobrakan, pintu yang kokoh itu akhirnya roboh. Massa pun bersorak kegirangan.Aksi pendobrakan pintu ini tidak mendapat hadangan dari aparat kepolisian maupun Satpol PP. Aparat kepolisian yang berjumlah satu peleton ini hanya menonton. Ketika massa hendak masuk ke halaman gedung, baru Kapolresta Surabaya Selatan AKBP Alex Sampe dan Kepala Bagian TU Satpol PP Sutartip melakukan negoisasi dengan pimpinan massa.Aparat kemudian mengizinkan massa masuk dengan syarat. Syaratnya adalah tidak melakukan pengrusakan dan hanya diberi waktu dua puluh menit. Massa memanfaatkan waktu dua puluh menit itu untuk membacakan pernyataan sikap dan sumpah rakyat yang menolak capres dari Golkar dan militer.Kapolresta Surabaya Selatan AKBP Alex Sampe menolak anggapan telah membiarkan massa melakukan tindak pengrusakan. "Kita berusaha bertindak persuasif. Anda bisa lihat siapa yang bersikap anarkis. Kami akan tetap meminta pertanggungjawaban atas pengrusakan kepada koordinator aksi," tegasnya.
(gtp/)











































