"Saya belum melihat pernyataan dari kepolisian itu. Tapi kalau melihat itu, mereka tidak gunakan. Itu persiapan keluarga karena sudah berkali-kali diancam," kata juru bicara Ahmadiyah, Zafrullah Pontoh di Jakarta, Rabu (9/2/2011).
Dia menjelaskan, senjata tajam seperti itu yang ditemukan polisi, sebenarnya banyak dimiliki oleh keluarga petani di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lanjut Zafrullah, kalau di rumah seseorang terdapat alat-alat seperti itu, tentu alat itu bisa digunakan untuk membela diri kalau kemudian ada yang menyerang.
"Diserang tidak mungkin diam-diam saja," tutupnya.
Sebelumnya Kepolisian Banten menemukan senjata tajam di rumah Suparman, anggota Ahmadiyah yang tinggal di Cikeusik, Pandeglang, Banten. Senjata itu ditemukan polisi di dalam rumah.
"Bukan senpi tapi sajam, tombak, itu ujungnya dikasih besi yang tajam," ujar Kabidhumas Polda Banten AKBP Gunawan saat dihubungi wartawan.
Gunawan tidak menjelaskan berapa jumlah senjata tajam yang ditemukan. Namun, senjata yang ditemukan cukup beragam.
"Ada beberapa. Ada tombak, ada golok, ada ketapel, ada celurit, ada batu-batu," jelasnya.
(ndr/fay)










































