"Tidak ada pembiaran. Kalau pembiaran, tentu polisi tidak datang ke situ. Polisi diam karena kewalahan karena massa tidak sebanding dengan polisi. Teorinya seperti itu (memakai protap penanggulangan anarkis massa). Tetapi jumlah massa lebih banyak dari polisi," kata Kabid Penum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar saat dihubungi wartawan, Rabu (9/2/2011).
Menurut dia, belum dapat disimpulkan anggota Polda Banten lalai atas insiden yang menewaskan 3 orang itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia membenarkan Polsek Cikeusik sempat meminta bantuan kepada Polres Pandeglang. Namun, jarak dari Polsek Cikeusik ke Polres Pandeglang jauh harus menempuh waktu 4 jam," kata Boy.
Ketika ditanya soal penemuan senjata di rumah jemaat Ahmadiyah, Boy mengaku belum mendapat informasi itu.
"Kalau ada pasti kita sampaikan itu juga belum diketahui punya siapa kan saat kejadian massa juga membawa senjata," kata dia.
Boy menambahkan, pelaku penganiayaan jemaat Ahmadiyah kini masih ditelusuri melalui video yang telah beredar. "Iya telusuri pelaku penganiayaan dari situ (video)," kata Boy.
(aan/nrl)











































