ARF Tak Bahas Rencana Pangkalan Militer AS ke Selat Malaka

ARF Tak Bahas Rencana Pangkalan Militer AS ke Selat Malaka

- detikNews
Kamis, 13 Mei 2004 00:54 WIB
Yogyakarta - Direktur Jenderal urusan Asia Pasifik dan Afrika Makarim Wibosono membantah bila dalam pertemuan ASEAN Regional Forum (ARF) dengan Asisten Menlu AS urusan Asia Timur dan Pasifik James Kelly dibahas soal rencana pemindahan pangkalan militer AS ke Selat Malaka."Belum ada pembahasan soal itu. Tetapi hanya permulaan pembicaraan mengenai tukar pandangan perkembangan keadaan di kawasan internasional," kata Makarim ketika dicegat wartawan di sela-sela acara ARF di Hotel Melia Purosani jalan Suryotomo Yogyakarta, Rabu (12/5/2004).Menurut Makarim, AS hanya mengatakan, ada perkembangan baik di kawasan Asia Pasifik, baik perkembangan ekonomi, keamanan, serta meredanya ketegangan di Semenanjung Korea yang sudah ada titik temunya dengan jalan dialog.Dijelaskan Makarim, soal gagasan untuk mengamankan lalu lintas di Selat Malaka memang ada salah persepsi yang disangka AS sebagai tindakan unilateral. AS meminta hal itu dilakukan secara multilateral, yakni negara-negara yang mempunyai tanggung jawab di Selat Malaka. "Mereka ingin supaya masalah itu dilakukan dengan mempertimbangkan keadaan," katanya.Pada pertemuan itu, menurut Makarim, Kelly menjelaskan, gagasan terpenting adalah bagaimana agar bisa membuat suasana lalu lintas di selat-selat perdagangan internasional itu bisa aman. Pemikiran itu tentunya harus mengindahkan tanggung jawab dan bekerja sama dengan negara-negara pantai."Dia (AS) tak ingin dilakukan secara unilateral, tapi multilateral. Ada banyak penjelasan dan ini baru dalam agenda item serta tukar-menukar pikiran tentang perkembangan di kawasan internasional," katanya.Ditanyakan mengenai sikap Indonesia soal Selat Malaka, Makarim mengatakan, Indonesia sudah punya pandangan jelas, pengaturan soal itu sudah jelas, tanggung jawab keamanan di selat itu tergantung pada negara-negara pantai yang ada ditempat itu."Kita bukan menolak, tapi kita menegaskan soal. AS menjawab, dalam perumusan mengatasi masalah di Selat Malaka akan merespek prinsip-prinsip tersebut," katanya.Mengenai mengenai permintaan India untuk melihat lagi kriteria keanggotaan ARF sehubungan dengan rencana masuknya Pakistan menjadi anggota, Makarim mengatakan, sekarang ini baru diusahakan dan diadakan dialog intensif antara ASEAN secara keseluruhan dengan India."Kita sedang mencari formula agar apa yang menjadi keberatan India itu bisa direfleksikan dalam laporan ini. Baik Indonesia dan ASEAN ingin agar ada keputusan dalam pertemuan ini. Kita ingin agar India bekerja sama soal itu," kata Makarim.Menurut dia, saat ini yang dikerjakan adalah perumusan teksnya, dan sudah dilakukan tukar-menukar rumusan draft secara intensif. India ingin jangan secara khusus menerima Pakistan saja, tapi mempertimbangan negara lain yang ingin juga masuk, seperti Bangladesh, dan banyak negara di Asia Selatan yang ingin masuk ARF.Dikatakan dia, sejak Rabu pagi sudah dilakukan lobi-lobi di luar sidang. Pertama kali dilakukan pertemuan dengan India di kamar Makarim kira-kira mulai pukul 08.15 WIB. Setelah itu mengajak semua negara ASEAN dengan India bertemu bersama."Insya Allah kalau semuanya lancar kita bisa menyatakan telah ada kesepakatan antara delegasi ASEAN dengan India soal Pakistan. Insya Allah setelah pertemuan ini akan ada keputusan. Tapi untuk new membership belum," demikian Makarim. (sss/)


Berita Terkait