Agum Lebih Mungkin Bergabung ke Wiranto Ketimbang SBY

Agum Lebih Mungkin Bergabung ke Wiranto Ketimbang SBY

- detikNews
Kamis, 13 Mei 2004 00:24 WIB
Solo - Duet Hamzah Haz-Agum Gumelar diprediksi pengamat tidak akan lolos ke putaran dua dalam Pilpres. Nantinya, Agum diperkirakan akan condong ke Wiranto ketimbang SBY.Kesediaan Jenderal Purn Agum Gumelar mendampingi Hamzah Haz sebagai pasangan capres dan cawapres akan mempengaruhi konstalasi politik dan dukungan, terutama dari keluarga besar TNI. Sejauh ini tercatat tiga purnawirawan jenderal maju ke bursa pencalonan, yakni Wiranto, SB Yudhoyono, dan Agum Gumelar."Secara nasional Agum Gumelar cukup punya jaringan yang memadai dan layak diperhitungkan. Selain itu bagi pemilih, terutama pemilih dari kalangan keluarga TNI, bisa semakin tersebar dan lebih punya pilihan sesuai keinginannya," papar pengamat militer MT Arifin kepada wartawan di Solo, Rabu (12/5/2005).Namun menurut MTA, demikian dia biasa dipanggil, yang harus dicermati dari banyaknya pasangan calon maju termasuk pasangan Hamzah-Agum adalah target yang hendak dicapai. Kemungkinan ada pasangan yang memang memasang target sebagai pasangan terpilih sebagai presiden dan wakil presiden, namun mungkin juga ada pasangan yang hanya ingin bargaining.Pasangan dengan target kedua ini telah memprediksi tidak akan lolos ke putaran kedua, selanjutnya akan melakukan bargaining dengan salah satu pasangan yang lolos. Bargaining itu bisa berupa deal yang sifatnya kesepakatan politik sesuai visi dan misinya, pembagian kursi kekuasaan, atau bahkan tidak tertutup kemungkinan melakukan jual-beli suara dukungan."Pihak PPP sendiri sudah mengatakan, pencalonan Hamzah Haz lebih didasarkan pada pertimbangan menjaga kredibilitas ketua umumnya di hadapan konstituen. Karena itu tidak tertutup kemungkinan, pasangan Hamzah-Agum ini juga akan mengambil target kedua dalam pencalonannya. Deal-nya dengan pasangan lain itu nanti berupa apa, kita belum tahu," papar MTA.Namun, masih menurutnya, jika harus dihadapkan pilihan seandainya Wiranto dan Yudhoyono yang akan maju ke putaran kedua, maka Agum akan jauh lebih dimungkinkan bergabung dengan Wiranto daripada dengan Yudhoyono. Salah satu pertimbangannya adalah kedekatan pribadi serta visi pemikirannya.Dia menilai, ketiga purnawirawan jenderal penuh ini memang sejak awal memiliki dorongan besar untuk terjun ke dunia politik. Yudhoyono dan Agum sendiri sebelumnya pernah masuk ke bursa cawapres. Karena itulah, ketika pintu terbuka bagi mereka untuk memasuki wilayah politik, ketiganya mencoba menggunakan kesempatan yang ada.2 Besar Sulit DiprediksiMTA mengatakan, saat ini sulit memprediksi pasangan yang akan lolos ke putaran kedua. Pasangan Megawati-Hasyim memiliki kans kuat untuk lolos, demikian juga bagi pasangan Wiranto-Gus Solah dan Yudhoyono-Jusuf Kalla.Pasangan Mega-Hasyim, menurutnya, harus diperhitungkan. Karena selain dukungan loyal dari warga PDIP dan sebagian warga NU, juga karena ada dukungan kuat dari beberapa jenderal."Di saat genting seperti ini, bahkan Golkar pun mengambil tokoh berlatar belakang militer. Namun PDIP justru mengambil pasangan sipil. Kalkulasinya karena di belakangnya sudah ada jenderal yang kuat," kata dia.Wiranto dinilai MTA memiliki mesin poltik yang besar berupa Partai Golkar. Selain itu dia juga memiliki jaringan ekstra yang lebih luas dibanding capres lainnya. Namun sejauh ini dia masih ada tugas besar menyelesaikan konsolidasi internal dengan Partai Golkar yang dijadikannya sebagai kendaraan politik, mengingat dia pendatang baru dan belum seluruh warga Golkar bisa menerimanya.Sedangkan Yudhoyono dinilai memiliki dukungan yang cukup kuat namun tidak besar. Partai Demokrat yang perolehan suara tidak begitu besar sepenuhnya mendukung dirinya maju sebagai capres. Sejauh ini Yudhoyono masih berupaya keras mencari-cari tambahan dukungan."Semua masih berkutat di masalah internal, sehingga belum bisa diprediksi. Wiranto memiliki mesin politik dan jaringan luas, tetapi masih belum sepenuhnya mendukung. Sedangkan Yudhoyono memiliki dukungan kuat, tetapi kurang begitu besar. Namun jika yang maju ke putaran kedua adalah Wiranto dan Yudhoyono, menurut saya, Agum akan lebih berpeluang mendukung Wiranto," demikian MTA. (sss/)


Berita Terkait