Demo Tolak Capres Militer, KPU Dilempari Telur
Rabu, 12 Mei 2004 17:30 WIB
Jakarta - Penolakan terhadap capres-cawapres dari mantan militer terus marak. Rabu (12/5/2004) sore ini sekitar 100 orang "mengamuk" atas keputusan KPU menerima capres dari militer. KPU pun dilempari telur.Aksi diikuti aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Partai Rakyat Demokratik (PRD), Gerakan Mahasiswa Nasional Kemerdekaan (GMNK) dan Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BMPAN). Mereka menggelar aksi di depan KPU, Jl. Imam Bonjol, Jakarta sejak pukul 16.00 WIB. Sekitar 45 menit kemudian massa mulai mengamuk dan melempari papan nama KPU dengan telur. "Tolak capres militer," teriak mereka sambil melempar telur. Massa meminta KPU menggagalkan pendaftaran tokoh-tokoh militer. Diingatkan, KPU sebagai lembaga pelaksana Pemilu mempunyai kewajiban moral untuk memelihara keberlangsungan demokrasi. "Bila capres militer yang terpilih tak ada jaminan pemerintahannya kelak tidak menerapkan militerisme," kata salah seorang peserta aksi dalam orasinya.Pendemo yang kebanyakan terdiri dari mahasiswa itu tidak percaya pernyataan Wiranto yang mengklaim tidak antidemokrasi. Omongan bekas ajudan Soeharto itu dinilai hanya pemanis bibir untuk menarik simpati massa. "Pemerintahan oleh tokoh militer di manapun juga selalu menjalankan sistem militerisme," tandas pendemo. Dalam aksi itu, massa membawa foto Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Wiranto dan Megawati yang diberi tanda silang. "Mega-SBY-Wiranto No", tulis mereka dalam posternya. Mega yang bukan dari militer masuk daftar tolak karena dianggap memberi peluang terjadinya tindakan militerisme terhadap sipil. Selama masa pemerintahan Mega, kekerasan militer terhadap sipil semakin meningkat. Pemerintahan Mega juga dinilai tak mengindahkan demokrasi.
(iy/)











































