KSAD: Perang Modern Tahap I & II Berlangsung di RI

KSAD: Perang Modern Tahap I & II Berlangsung di RI

- detikNews
Rabu, 12 Mei 2004 15:24 WIB
Bandung - KSAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu mengingatkan adanya skenario perang modern yang telah dan sedang dilakukan negara agresor, untuk menghancurkan dan menguasai Indonesia. Perang modern tahap I dan II ini juga tengah berlangsung di negeri ini.Selain itu, banyak pihak yang juga selalu berusaha merobohkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), baik dari dalam maupun luar negeri. Peringatan KSAD itu disampaikannya saat memberikan ceramah dalam Lokakarya Masalah Kebangsaan di Gedung Merdeka, Jl Asia Afrika Bandung, Rabu (12/5/2004).Menurut KSAD, menghadapi perang modern tidak lagi bisa hanya mengandalkan kekuatan senjata. Namun secara simultan seluruh kekuatan politik, diplomasi, ekonomi, sosial budaya dna militer harus terintegrasi.Dalam pandangannya, metode perang modern terjadi melalui 3 tahap. Pertama, penjajahan paradigmatis untuk mengubah pandangan dan tata kehidupan negara sasaran sesuai dengan sistem, norma dan kepentingan negara agresor. "Tahap ini adalah penaklukan tanpa kekerasan. Penjajahan paradigmatis akan memposisikan negara sasaran sebagai sub ordinasi negara agresor," katanya.Jika cara ini tidak berhasil, maka negara agresor akan meningkatkan tekanannya pada tahap kedua dengan menciptakan sel-sel perlawanan di segala bidang, baik dari segi HAM, hukum, diplomasi, hingga membuat sel klandestin bersenjata.KSAD menengarai bahwa perang modern tahap pertama dan kedua itu sudah berlangsung di Indonesia. Namun KSAD tidak merinci, negara agresor atau kepentingan mana yang bermain di dalamnya.Tahap ketiga yang biasa dilakukan, adalah melakukan invasi militer langsung ke negara sasaran, bersama dengan manuver diplomasi yang ofensif agar bisa memperoleh status legal intervention. "Jika tahapan perang modern itu selesai, dan agresor tampil sebagai pemenang, maka negara sasaran akan kehilangan segala-galanya," tegas KSAD lagi.Karena itu, KSAD mengingatkan seluruh komponen bangsa untuk waspada dan melawan segala bentuk "serangan" perang modern semacam itu. Caranya, dengan memadukan kemampuan intelektual dan kecerdasan emosional yang dilandasi nilai-nilai moral dan kekuatan spiritual yang tinggi. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads