PDIP: Menteri Keluar Tak Terlalu Berpengaruh
Rabu, 12 Mei 2004 12:19 WIB
Jakarta - Menjelang Pemilu Presiden, kabinet Megawati kian rontok. Sejumlah menteri memilih keluar. Tapi PDIP berpendapat ulah "mbalelo" para menteri itu tidak akan terlalu berpengaruh bagi pemerintahan. Hal itu disampaikan Wasekjen PDIP, Pramono Anung usai pendaftaran Megawati-Hasyim Muzadi sebagai capres dan cawapres PDIP di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jl. Imam Bonjol, Jakarta, Rabu (12/5/2004)."Pemerintahan ini kan sudah berjalan 3,5 tahun. Artinya sudah mulai terbaca. Maka keluar masuknya menteri dalam sistem demokrasi seperti ini tidak terlalu punya pengaruh banyak," kata Pram.Kabinet Mega sebelumnya telah ditinggalkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Yusuf Kalla. SBY mundur dari jabatan Menko Polkam karena kecewa setelah sering tak dilibatkan dalam sidang kabinet. Yusuf Kalla yang menjadi Menko Kesra meninggalkan kabinet karena berduet sebagai cawapres SBY. Yang paling gres adalah langkah Agum Gumelar. Menteri Perhubungan dan Telekomunikasi ini meminta izin mundur karena ingin maju dalam Pilpres sebagai cawapres untuk Hamzah Haz. Pram berpendapat, mundurnya para menteri tersebut merupakan risiko dari kabinet Mega yang berbentuk kabinet pelangi. Pram lantas menegaskan agar para menteri yang kemudian menjadi kandidat bermain bersih dalam Pilpres mendatang. "Kalau kemudian masing-masing (menteri) maju sebagai capres dan cawapres ini adalah realita dari demokrasi.Yang terpenting adalah, mari kita berdemokrasi tanpa menggunakan institusi apa pun untuk menjadi alat penekan, alat untuk mempengaruhi proses demokrasi," demikian Pram.
(iy/)











































