Mega: Jadi Bajing Loncat atau Berjuang untuk Negara

Soal Menteri Sibuk Pilpres

Mega: Jadi Bajing Loncat atau Berjuang untuk Negara

- detikNews
Rabu, 12 Mei 2004 12:14 WIB
Jakarta - Sejumlah menteri tidak bekerja dengan baik, bahkan mundur, karena sibuk mencalonkan diri sebagai capres dan cawapres. Kinerja kabinet pun dinilai merosot. Bagaimana sikap Megawati?Mega menyebutnya itulah realitas demokrasi yang harus diterima. Menurutnya, setiap orang sudah mengetahui ada di posisi mana sekarang ini."Inilah pelajaran politik apa yang terjadi dalam demokrasi. Apakah kita terus terjebak dalam politik praktis atau melakukan politik yang lebih bermoral," kata Mega ketika menjawab pertanyaan wartawan tentang kinerja kabinetnya yang mundur karena banyak menteri jadi capres dan cawapres dan jadi tim kampanye kubu tertentu.Mega menjawab itu dalam perkenalan pada publik 10 menit saat didaftarkan PDIP sebagai capres di Gedung KPU, Jl.Imam Bonjol, Jakpus, Rabu (12/5/2004). Mega datang bersama tim suksesnya dari PDIP dan juga Hasyim Muzadi yang didaftarkan sebagai cawapres."Itulah realita demokrasi yang harus kita terima. Dalam pondasi demokrasi saat ini harusnya semua pihak sudah mengetahui ada di posisi mana, sebagai bajing loncat atau berjuang demi kepentingan bangsa," sambung Mega. Mendengar jawaban ini, tim kampanye Mega-Hasyim yang juga pengurus dan caleg PDIP, bertepuk tangan riuh."Kondisi yang demikian, saya yakin, di masa-masa mendatang akan menjadi dasar bagi kehidupann demokrasi yang lebih kuat," demikian Mega.Sejumlah menteri yang mundur karena menjadi capres dan cawapres antara lain SBY, Yusuf Kalla, dan segera menyusul adalah Agum Gumelar. Wapres Mega saat ini, Hamzah Haz, juga turut menjadi capres dari PPP. Sejumlah menteri juga menjadi tim sukses capres-cawapres, termasuk tim sukses Megawati. (nrl/)


Berita Terkait