Megawati-Hasyim Daftar ke KPU, Kampanyekan 8 Agenda
Rabu, 12 Mei 2004 11:50 WIB
Jakarta - Pasangan capres dan cawapres PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Hasyim Muzadi resmi mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Megawati mengkampanyekan delapan agenda prioritas kabinet.Megawati beserta rombongan tiba di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Rabu (12/5/2004) pukul 09.50 WIB. Megawati datang dengan mengendarai Mercedes warna hitam nopol B 2870 BS sedangkan Hasyim Muzadi naik Toyota Camry warna hitam nopol B 1999 DA.Turut hadir diantaranya, Sekjen PDIP Soetjipto, Wasekjen PDIP Parmono Anung, caleg PDIP Marisa Haque dan Ketua PBNU Ahmad Badja. Rombongan langsung diterima Ketua KPU Nazaruddin Sjamsuddin dan beberapa anggotanya. Ketua Pokja Pendaftaran Capres-Cawapres Anas Urbaningrum mengatakan sebagian besar berkas yang dibawa PDIP telah lengkap."Salah satu berkas yang belum adaadalah hasil cek kesehatan," ujar Anas. Pasangan Megawati dan Hasyim Muzadi memeriksakan kesehatannya di RSPAD, Selasa (11/5/2004) kemarin.Delapan PrioritasDalam pidato visi misi, Megawati menyebutkan delapan agenda prioritas untuk kabinet pemerintahannya. Pertama, pembuatan peta baru wilayah Indonesia secara keseluruhan. "Pembuatan peta baru ini sangat penting bagi langkah pemantapan wilayah NKRI. Contohnya, sampai saat ini masih disebutkan bahwa jumlah pulau dan kepulauan di nusantara ada 8000 pulau. Padahal berdasarkan data terakhir yang saya terima jumlahnya ada 18860 pulau. Bisa dibayangkan bila ada yang menculik satu pulau tersebut," ungkap Megawati.Program kedua, mewujudkan pemerintahan yang bersih dengan memberantas korupsi sampai keakar-akarnya. "Pemberantasan korupsi bukanlah pekerjaan semudah membalikan tangan dan membutuhkan upaya berkesinambungan dalam jangka panjang," ujarnya.Selanjutnya, program kemandirian ekonomi,penguatan hukum,penguatan ketahanan nasional, peningkatan kualitas beragama dan moral, peningkatan prestasi olah raga dan penguatan demokrasi."Penguatan demokrasi yang tengah berjalan sudah sama-sama kita rasakan terutama oleh rekan-rekan pers. Dulu media massa dibrangus tetapi sekarang menghujat presiden pun dibiarkan," kata Megawati.Cawapres PDIP Hasyim Muzadi dalam pidatonya lebih menekankan pemberantasan korupsi."Sungguh ironis bahwa Indonesia yang dipimpin oleh orang-orang beragama justru uang negara habis ditangan orang-orang beragama pula," kata Hasyim.
(aan/)











































