Panglima Minta PDMD Upayakan Terus Pembebasan Sandera GAM

Panglima Minta PDMD Upayakan Terus Pembebasan Sandera GAM

- detikNews
Selasa, 11 Mei 2004 21:39 WIB
Banda Aceh - Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto meminta Penguasa Darurat Militer Daerah (PDMD) Mayjen Endang Suwarya, untuk mengupayakan pembebasan sandera sipil yang masih ditawan GAM. Dia juga meminta agar GAM tidak mengorbankan keselamatan para sandera."Saya minta supaya Pangdam melakukan tindakan proaktif dalam pembebasan sandera, target utamanya para sandera ini harus bisa dibebaskan, dalam keadaan yang aman," tegasnya pada wartawan di Makodam Iskandar Muda, Banda Aceh, Selasa (11/5/2004).Namun menurut Tarto, aspek yang lebih luas dari proses pembebasan itu juga harus dipertimbangkan, jangan sampai keselamatan para sandera dikorbankan. Untuk itu, panglima TNI menghimbau GAM untuk konsisten."Karena pada dasarnya para sandera ini tidak ada jika GAM tidak melakukannya, maka jika mereka punya keinginan untuk menyelamatkan mereka, maka mereka harus membebaskannya, kapan pun," tukasnya.Tarto mengatakan, jika persyaratan yang diminta GAM bagi proses pembebasan itu dinilai tidak banyak merugikan kepentingan yang lebih besar, maka masih menjadi bahan pertimbangan. Tapi jika permintaaan sudah melewati batas kewajaran, maka pihak TNI akan berpikir lagi."Kalau mereka ingin pihak ICRC atau PMI, atau AJI untuk proses pembebasan itu, sejauh ini tidak masalah. Tapi jika semua orang ikut nimbrung di dalamnya dan malah membuatnya jadi lebih kacau karena semua ingin ikut terlibat, maka itu perlu dipertimbangkan kembali," tukasnya.Kapuspen TNI, Letjen Sjafrie Sjamsoedin pada kesempatan yang sama menambahkan, sejauh ini dari informasi yang ada pada TNI, AJI tidak ikut secara operasional dalam proses pembebasan ini, hanya ICRC dan PMI. "TNI ada dalam koridor untuk memberikan garansi tidak melakukan kegiatan ofensif pada hari pembebasan para sandera," terangnya.GAM Tak Mau PMISementara itu, ketika dikonfirmasi detikcom, Selasa (11/5/2004) sore, Komandan Operasi GAM Peureulak, Ishak Daud mengatakan, ICRC tidak berada pada garis depan pembebasan sandera sipil, yang didalamnya termasuk Juru Kamera RCTI, Ferry Santoro."Tadi, jam empat sore ini saya sudah kontak ICRC dan mereka mengatakan mereka sudah menyerahkan pada PMI untuk proses pembebasan ini. Kalau PMI, kami tidak mau karena mereka itu tidak netral. Jadi, kalau proses pembebasan ini batal, bukan karena kami. Tapi karena ICRC tidak mau," katanya. (mar/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads