Tim Komnas HAM Kunjungi UMI Makassar
Selasa, 11 Mei 2004 16:57 WIB
Makassar - Penyerbuan aparat kepolisian ke Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar pada 1 Mei lalu mengundang Komnas HAM untuk melakukan penyelidikan tentang benar tidaknya terjadi pelanggaran HAM berat.Tim dari Komnas HAM yang diketuai oleh MM Billah mengunjungi kampus UMI sekitar pukul 14.00 WITA, Selasa (11/5/2004) untuk menyelidiki kemungkinan pelanggaran HAM berat itu. Mereka juga melakukan dialog dengan civitas akademika UMI tentang kronologi kejadian. Dialog digelar di Auditorium Al Jibra, Jl Urip Sumohardjo.Selain Billah, juga hadir anggota Komnas HAM yang lain, Hasballah M. Saad. Sedangkan dari civitas akademika UMI hadir Pembantu Rektor III UMI Ir Lambang Basri dan para ketua BEM Fakultas di UMI.Dalam dialog itu, mahasiswa juga memperlihatkan barang bukti berupa selongsong peluru aparat yang ditemukan di sekitar kampus. Juga sapu tangan yang berlumuran darah, dan pakaian koyak yang penuh dengan bercak darah.Mahasiswa pun memberikan rekaman video pemukulan aparat terhadap mahasiswa. "Ini bukti kebiadaban aparat polisi saat menyerbu kampus kami," ujar Syamsu Risal, ketua BEM Fakultas Teknik.Sementara itu, MM Billah yang ditemui setelah dialog dengan mahasiswa mengungkapkan, ada indikasi tentang adanya pelanggaran HAM berat di kampus UMI. "Indikasinya ada, tapi kami harus buktikan dulu. Nah, inilah tujuan kami ke sini," ujarnya. Indikasinya adalah adanya pemukulan terhadap masyarakat sipil. "Pemukulan terhadap masyarakat sipil sudah jelas. Yang kami selidiki adalah apakah dengan penyerbuan ini efeknya meluas dan penyerbuan direncanakan secara sistematis. Itu yang belum jelas," terang Billah.Rencananya, Rabu besok (12/5/2004) tim dari Komnas HAM akan melakukan dialog dengan para saksi dan korban pemukulan. Dialog ini akan dilangsungkan di tempat yang sama.
(nrl/)











































